Peringati Hari Indonesia Menabung, OJK Dorong Pelajar Gemar Menabung
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) sekaligus puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 di Gedung Danaphala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar dan anak muda.
Melalui HIM dan BLK, OJK menargetkan percepatan pertumbuhan rekening aktif, peningkatan kesadaran menabung, serta perluasan penggunaan produk keuangan yang beragam dan berkelanjutan.
Sejak 2020, OJK mengampanyekan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar), yang kini telah membuka lebih dari 58 juta rekening pelajar di seluruh tingkatan pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, mengatakan budaya menabung di kalangan anak muda Indonesia sudah berjalan baik berkat peran orang tua.
“Rasanya di Indonesia ini mayoritas dari masyarakat, terutama anak muda, sudah diajarin nabung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebiasaan menabung bisa dimulai dari hal sederhana seperti menyisihkan uang saku. Mirza juga mengingatkan pentingnya bersekolah dengan tekun agar anak muda kelak memiliki penghasilan sendiri. “Mulai dari kecil saja dulu. Berapa pun rupiah, kita menabung,” imbuhnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa menabung bermanfaat tidak hanya bagi individu, tetapi juga pembangunan negara.
“Tentunya, sepanjang adik-adik terus belajar, biasanya smart student itu selalu lakukan smart saving. Jadi pelajar cerdas itu yang cerdas untuk menabung,” ujarnya.
Airlangga juga mengimbau anak muda agar menabung di bank atau lembaga keuangan resmi sehingga dana lebih aman dan berpotensi menghasilkan bunga. Ia mengingatkan agar waspada terhadap instrumen digital ilegal yang tidak teregulasi.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya menabung untuk tujuan produktif serta menjauhi praktik judi online maupun kebiasaan berutang demi gaya hidup.
“Ini untuk anak-anak rajin menabung, mengelola keuangan dengan baik, menyiapkan masa depan dengan baik, dan juga menjadi generasi emas pada 2045,” ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46% dan indeks inklusi keuangan 80,51%. OJK menargetkan tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) meningkat 5% pada 2026 dari posisi saat ini sebesar Rp32 triliun milik 58 juta pelajar.
Kiki menambahkan, HIM diperingati setiap 20 Agustus sesuai Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019. Peringatan ini juga mendukung implementasi UUP2SK serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Astacita dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)