Decorient Rebranding Logo, Portofolionya Pernah Membangun Gedung Unilever Hingga IKEA

null(kiri-kanan) Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis Decorient Benny Handoko, Presiden Direktur Decorient Arjoto Wisanto, dan Direktur Operasional Decorient Antoine de Winter. (Foto : Istimewa).

Industri konstruksi Indonesia tengah berada di jalur pertumbuhan positif. Menurut BCI Central, pasar konstruksi diperkirakan akan tumbuh 5,48% pada 2025, didorong oleh permintaan yang stabil di sektor bangunan. Selain itu, pemerintah memproyeksikan kebutuhan investasi infrastruktur nasional periode 2025–2029 mencapai US$625,37 miliar atau Rp10.162 triliun, menurut riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Kajian ini menjabarkan proyek infrastruktur nasional itu mencakup proyek konektivitas, pengendalian banjir, dan pasokan air. Sektor ini pun menjadi penyerap tenaga kerja signifikan, dengan 13,8 juta orang per tahun atau 9,6% dari total angkatan kerja nasional,

Berpijak dari peluang besar ini, PT Decorient Partaya Indonesia, salah satu general contractor tertua di Tanah Air, memperkenalkan logo dan identitas baru. Rebranding ini bukan sekadar pembaruan visual, tetapi langkah strategis untuk menegaskan posisi Decorient sebagai pemain utama di sektor teknik dan konstruksi Indonesia yang memadukan standar internasional, warisan Belanda, dan kearifan lokal.

Presiden Direktur Decorient Partaya Indonesia, Arjoto Wisanto, mengatakan rebranding ini untuk memperkuat kesadaran publik terhadap identitas Decorient daa keahlian utama perusahaan, yakni konstruksi.

"Kami ingin meluruskan persepsi publik dan menegaskan kembali relevansi bisnis kami, bukan sebagai kontraktor interior, tetapi sebagai mitra strategis di sektor konstruksi. Kami juga bangga menjadi satu-satunya perusahaan teknik dan konstruksi di Indonesia yang berakar pada warisan Belanda dan tetap aktif beroperasi di kawasan Orient (Asia Timur dan Indonesia),” tutur Arjoto pada siaran pers yang diterima SWA.co.id di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Nama Decorient merupakan akronim dari Dutch Engineering and Construction in the Orient. Perusahaan ini berdiri pada 1970 dan mengerjakan berbagai proyek ikonik di Tanah Air, seperti kantor pusat Unilever Indonesia di BSD City, IKEA Jakarta Garden City, pusat perbelanjaan Summarecon, Hyatt Regency Hotel, hingga pabrik perusahaan multinasional di berbagai daerah.

Decorient juga menggarap konstruksi bangunan laut, termasuk dermaga PLTU Tanjung Jati B di Jepara dan rekonstruksi pelabuhan Malahayati di Banda Aceh. Kemitraan jangka panjang dengan klien ternama seperti Nestlé, Unilever, dan HM Sampoerna menjadi bukti kepercayaan yang dibangun melalui komitmen terhadap kualitas, keselamatan kerja, dan integritas selama lebih dari lima dekade.

Rebranding ini mencerminkan semangat kami untuk terus beradaptasi. Kami menggabungkan standar internasional dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan lokal, kombinasi yang membuat kami tetap relevan dan dipercaya,” ujar Antoine de Winter, Direktur Operasional.

Sementara itu, Benny Handoko, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, menambahkan terinspirasi budaya Belanda yang berkomunikasi dengan lugas dan jelas, nilai ini memperkuat komitmen perusahaan terhadap integritas dan membangun hubungan kerja yang dilandasi keterbukaan, kepercayaan, dan saling menghormati.

Bersamaan dengan peluncuran logo baru, Decorient juga merilis situs resmi Decorient terbaru di yang tampil lebih modern, interaktif, dan ramah pengguna. Situs ini memuat portofolio proyek, profil tim, informasi lowongan kerja, dan visi perusahaan untuk membangun masa depan Indonesia dengan standar konstruksi internasional.

Dengan tagline “Your Trusted Builder. Est. 1970”, Decorient menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra konstruksi tepercaya yang menggabungkan kekayaan pengalaman, warisan budaya, dan inovasi demi mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan (*)

# Tag