Executive Dialogues MMA 2025, Undang 80 C-level Executives Indonesia
Shanti Tolani, Country Head and Board Director di MMA Global Indonesia. (Foto: MMA)
MMA Global Indonesia menggelar Executive Dialogues 2025 perdananya di The Hermitage, Jakarta. Diskusi eksklusif yang hanya mengundang 80 C-level Executives, Thought Leaders dan President Director yang paling berpengaruh di Indonesia dalam industri marketing, advertising, media, penerbit dan bisnis.
Executive Dialogues 2025 merupakan jawaban terhadap perubahan ini, yang menawarkan wadah tingkat tinggi bagi para pimpinan marketing dan bisnis untuk menyelaraskan strategi, bertukar wawasan, dan mengadopsi alat yang dapat mengubah cara ekosistem marketing dan advertising secara mendasar sehingga mampu dipahami, diterapkan, dan diukur.
Sutanto Hartono, Ketua MMA Global Indonesia, menegaskan dalam lanskap yang dinamis saat ini, marketing dan advertising bukan lagi sekadar membangun jenama, keduanya telah menjadi suatu mesin pertumbuhan bisnis.
Dengan perubahan perilaku konsumen dan meningkatnya biaya distribusi, setiap keputusan marketing harus bersifat efisien, relevan, dan akuntabel. Tantangan nyata bagi marketer adalah menciptakan nilai terukur yang mendorong pendapatan, pangsa pasar, dan pertumbuhan jangka panjang.
“Di sinilah tempat strategi benar-benar bertemu dengan pertumbuhan, dan mengapa marketing harus menjadi inti dari penciptaan nilai perusahaan,” kata Sutanto Hartono dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id pada Rabu (27/8/2025).
Sambutan pembukaan membuka jalan bagi sesi pendalaman berjudul "Rethinking Brand & Performance for Measurable Growth," dibawakan oleh Rohit Dadwal, CEO of MMA Global APAC and Global Head of SMARTIES Worldwide.
Sesi ini menampilkan organisasi Think Thanks MMA - ALC (AI Leadership Coalition), MATT (Marketing Attribution Think Tank), MOSTT (Marketing Organisation Structure Think Tank), dan DATT (Data Think Tank) - yang membantu menghadirkan ketelitian ilmiah pada marketing dengan bergerak di luar bukupetunjuk anekdotal dan metrik lunak.
Sesi ini mengkaji kesenjangan yang sudah terhapus zaman antara pembangunan jenama dan marketing berbasis kinerja, sekaligus menguraikan hasil awal dari program Think Tanks MMA, yang telah menunjukkan hasil yang bagus.
Shanti Tolani, Country Head and Board Director of MMA Global Indonesia, memaparkan bagaimana organisasi memberdayakan para anggotanya dan keseluruhan industri dalam memimpin transformasi, meningkatkan nilai organisasi, dan mendorong marketing yang benar-benar penting di Indonesia.
Di saat marketing harus membuktikan dampaknya terhadap pertumbuhan, MMA Global Indonesia menawarkan wadah yang tak tertandingi bagi para pimpinan eksekutif untuk membentuk masa depan melalui akses eksklusif ke kerangka kerja mutakhir, penelitian yang dipandu oleh rekan sejawat, dan kolaborasi denganbeberapa marketer paling progresif di dunia.
“Tujuan kami adalah untuk memastikan marketing tidak hanya dilihat sebagai sebuah fungsi, tetapi sebagai kekuatan untuk pertumbuhan nilai perusahaan yang terukur, dan kami membekali para pimpinan di Indonesia untuk mendorong nilai tersebut,” kata Shanti Tolani.
Executive Dialogues 2025 merupakan ajakan bagi para pebisnis terkemuka Indonesia untuk memposisikan ulang marketing sebagai inti dari strategi perusahaan. Dengan menggabungkan dialog yang digerakkan oleh para pengambil keputusan dan wawasan strategis, diskusi panel ini menawarkan kesempatan langka bagi para pimpinan senior untuk mempertajam peran marketing dalam meningkatkan nilai perusahaan, membandingkannya dengan praktik terbaik global, dan berkomitmen pada kerangka kerja yang memberikan dampak terukur, terskala, dan berkelanjutan. (*)