Laba Bersih Xiaomi Melonjak 75,4% di Kuartal II/2025, Premiumisasi dan Mobil Listrik Jadi Pendorong
Xiaomi Corporation kembali mencatatkan kinerja impresif pada kuartal II/2025. Pendapatan perusahaan melonjak 30,5% year-on-year menjadi RMB116,0 miliar atau setara Rp262 triliun. Laba bersih bahkan tumbuh lebih tinggi, yakni 75,4% yoy hingga mencapai RMB10,8 miliar atau Rp24 triliun.
Strategi premiumisasi yang digencarkan Xiaomi di seluruh lini produk terbukti menjadi motor utama peningkatan laba. Pangsa pasar di segmen ponsel premium terus meningkat, sekaligus mempertegas posisi Xiaomi di tiga besar global.
Dari lini ponsel, Xiaomi membukukan pendapatan Rp102,4 triliun atau RMB45,5 miliar, dengan pengiriman yang konsisten tumbuh selama delapan kuartal berturut-turut dan mempertahankan dominasi global selama 20 kuartal.
Momentum penting juga hadir pada Juni 2025 ketika Xiaomi meluncurkan mobil SUV perdananya, Xiaomi YU7 Series. Didesain sebagai SUV mewah dengan performa tinggi, model ini langsung disambut pasar dengan antusiasme besar.
Dalam 18 jam pertama setelah peluncuran, tercatat lebih dari 240 ribu pesanan terkonfirmasi. Angka tersebut menandai langkah besar Xiaomi dalam mengukuhkan diri di industri kendaraan listrik premium.
Tak hanya pada ponsel dan EV, lini bisnis IoT serta produk gaya hidup turut menorehkan rekor baru. Pendapatan segmen ini menembus Rp87,1 triliun atau RMB38,7 miliar, naik 44,7% yoy. Lonjakan terutama disumbang perangkat rumah pintar yang memberikan kontribusi 66,2% dari total pendapatan IoT.
Segmen smart EV, AI, dan inisiatif baru lainnya pun menjadi sorotan. Xiaomi berhasil membukukan pendapatan Rp47,9 triliun atau RMB21,3 miliar, tumbuh 234% yoy.
Untuk pendapatan EV saja, angka yang diraih menembus Rp45 triliun atau RMB20 miliar — pencapaian perdana yang menunjukkan arah baru bisnis Xiaomi semakin jelas: dari smartphone ke smart living, hingga menjadi pemain serius di arena mobilitas listrik. (*))