MIND ID Perkuat Hilirisasi Bauksit Menuju Aluminium Bernilai Tambah dan Berkelanjutan

MIND ID menegaskan peran strategisnya dalam membangun ekosistem industri berkelanjutan lewat hilirisasi mineral, khususnya bauksit yang diolah menjadi aluminium bernilai tambah tinggi. Upaya ini dijalankan melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), smelter aluminium terbesar di Indonesia yang kini menjadi bagian dari MIND ID.
Grup Head Business and Development Inalum, Al Zufri, menekankan bahwa hilirisasi adalah kunci untuk mendongkrak nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri.
“Bauksit bernilai sekitar US$40, setelah diolah menjadi alumina dan selanjutnya aluminium nilainya bisa mencapai hingga US$2.800. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kontribusi nyata pada Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, serta terbentuknya ekosistem industri berkelanjutan,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).
Langkah konkret terlihat dari joint venture antara Inalum dan Antam yang melahirkan PT Borneo Alumina Indonesia, pengelola Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah. Kehadiran SGAR menjadi bukti rantai pasok mineral yang solid mampu menciptakan kepastian bahan baku bagi industrialisasi masa depan Indonesia.
“Hilirisasi adalah fondasi pembangunan industri berkelanjutan. Tahun 2025, kami akan sepenuhnya menggunakan alumina domestik sejalan dengan implementasi UU Minerba,” tambah Al Zufri.
Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, Inalum juga aktif mendukung agenda dekarbonisasi nasional. Perseroan memulai program substitusi penggunaan High-Speed Diesel (HSD) B30 menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) di Baking Plant Inalum.
Program ini berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 3.700 tCO₂e per tahun, mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional.
Corporate Communication MIND ID, Pratiwa Dyatmika, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan agenda nasional yang dijalankan secara terintegrasi oleh seluruh anggota grup. Upaya ini bukan hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, tetapi juga menunjukkan kehadiran negara dalam memperkuat perekonomian nasional. (*)