Gen Z Dorong Pola Konsumsi Media Indonesia yang Semakin Personal dan Lintas Platform
Konsumen Indonesia kini membentuk pola konsumsi media yang semakin personal, terutama dipengaruhi oleh Gen Z. Laporan YouGov Indonesia Media Consumption Report 2025 menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat tidak lagi ditentukan oleh satu platform dominan, melainkan oleh pengalaman lintas format yang fleksibel: mulai dari layar, audio, hingga media interaktif.
Berdasarkan survei nasional yang melibatkan lebih dari 1.000 responden, laporan ini menggali perbedaan interaksi lintas generasi dengan TV, radio, podcast, dan media sosial. Hasilnya memberi gambaran mendalam bagi pelaku industri mengenai masyarakat yang semakin terhubung sekaligus selektif dalam memilih informasi.
“Di lanskap media yang semakin terpecah, konsumsi media adalah pengalaman yang aktif, emosional, dan sangat dipengaruhi generasi,” ujar Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, Jumat (29/8/2025).
Salah satu temuan utama adalah Gen Z jauh lebih mungkin dibanding generasi lebih tua untuk menghabiskan lebih dari lima jam per hari mengonsumsi media — baik di hari kerja (16%) maupun akhir pekan (23%).
Mereka juga lebih aktif mendengarkan podcast: 45% responden Gen Z menyatakan menghabiskan lebih dari satu jam per hari untuk siniar, menandakan kebutuhan akan konten yang lebih dalam dan terarah.
Meski begitu, televisi masih bertahan. Lebih dari separuh (52%) masyarakat Indonesia menonton siaran langsung TV, dan angkanya naik menjadi 61% pada generasi lebih tua. Sebaliknya, hampir separuh Gen Z menonton TV kurang dari satu jam per hari, menunjukkan pergeseran kebiasaan yang signifikan.
Radio semakin terpinggirkan: hanya 4% orang Indonesia mendengarkannya setiap hari, didominasi oleh orang tua Milenial berpendapatan lebih tinggi. Sementara itu, podcast justru tumbuh lewat audiens muda kelas menengah — dengan Gen Z menyumbang 58% pendengar harian. Spotify menjadi platform audio teratas yang digunakan 81% masyarakat, sepuluh kali lipat lebih besar dibanding Apple Music di posisi kedua.
Media sosial mendominasi dengan 81% masyarakat aktif, dan 61% pengguna harian berasal dari Gen Z. TikTok tercatat sebagai platform dengan pertumbuhan tercepat: hampir dua dari tiga Gen Z mengaku penggunaannya meningkat dibanding tahun lalu.
Perilaku belanja juga ikut berubah. Sebanyak 73% pengguna media sosial pernah membeli produk setelah melihat iklan, dengan angka yang lebih tinggi pada perempuan (78%). Selain itu, 72% pengguna melakukan multitasking lintas media, menjadikan setiap momen sebagai potensi titik interaksi.
Laporan ini menegaskan bahwa media di Indonesia kini lebih ditentukan oleh konteks, bukan sekadar kanal. Baik mendengarkan radio saat perjalanan maupun podcast sebelum tidur, masyarakat menggunakan media untuk membentuk kehidupan emosional dan praktis, dengan cara berbeda pada setiap tahap kehidupan.
“Dari perubahan preferensi platform hingga meningkatnya perilaku multi-screen, kami melihat sinyal yang jelas tentang arah audiens ke depan. Tantangan sekaligus peluangnya adalah menerjemahkan wawasan ini menjadi strategi konten yang lebih cerdas, kampanye yang lebih relevan, serta pengalaman digital yang lebih inklusif,” tambah Edward. (*)