ESG Bukan Tren Sesaat: Strategi Investasi Berkelanjutan ala BRI Manajemen Investasi

null
Tina Meilina, Direktur Utama BRI Manajemen Investasi

Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya investasi berkelanjutan, PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) mengambil langkah strategis dengan meluncurkan produk reksa dana bertema ESG.

Reksa Dana Indeks BRI MSCI Indonesia ESG Screened yang resmi diluncurkan pada 7 September 2022 merupakan bukti konkret komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance.

“Produk ini berinvestasi pada saham-saham yang terkandung dalam Indeks MSCI Indonesia ESG Screened,” ujar Tina Meilina, Direktur Utama BRI Manajemen Investasi, dalam keterangan tertulis pada SWA.

Kinerja Positif

Dalam waktu kurang dari tiga tahun sejak peluncurannya, produk ini menunjukkan performa yang menjanjikan. Hingga akhir Juli 2025, dana kelolaan reksa dana ini telah mencapai Rp103,73 miliar.

Capaian tersebut mencerminkan respons positif investor terhadap instrumen investasi yang tidak hanya menjanjikan imbal hasil, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan yang nyata.

Portofolio reksa dana ini didesain selektif. Tidak semua saham dapat masuk ke dalam keranjang investasinya. Portofolionya, kata Tina, mengecualikan beberapa jenis perusahaan, yaitu: memproduksi senjata kontroversial, bergerak di industri tembakau, minyak sawit, serta minyak & gas, tidak mematuhi Prinsip Global Compact PBB, dan terlibat dalam kontroversi lingkungan, sosial, atau tata kelola (ESG).

Dengan pendekatan ini, BRI-MI ingin memberikan akses yang lebih mudah dan terpercaya bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam investasi berkelanjutan.

Tina menyatakan bahwa reksa dana milik BRI-MI memberikan akses yang mudah dan terpercaya bagi investor untuk berpartisipasi dalam investasi berkelanjutan yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), guna mendukung pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berdampak positif.

Bukan Gimmick

Menariknya, pendekatan ESG ini bukan sekadar strategi pemasaran atau gimmick sesaat. Di BRI-MI, pertimbangan ESG sudah menjadi bagian dari filosofi jangka panjang dalam berinvestasi.

“Secara general, selain memiliki jejak rekam kriteria finansial yang baik (seperti earnings quality dan valuasi yang terjangkau), skor ESG yang baik menjadi pertimbangan kami dalam berinvestasi jangka panjang pada emiten yang memiliki fundamental yang baik,” kata Tina.

Tentu saja, pertanyaan besar yang kerap muncul adalah: saham sektor apa yang saat ini paling menjanjikan dalam kerangka ESG?

Menjawab hal ini, Tina menyoroti sektor energi terbarukan. Untuk periode waktu hingga akhir tahun ini, dia menjelaskan, pihaknya melihat saham-saham yang bergerak di sektor pengembangan energi terbarukan memiliki prospektif yang menarika

Fokus pemerintah terhadap pengurangan emisi karbon membuat sektor energi hijau semakin dilirik. Namun bukan hanya narasi keberlanjutan yang membuat sektor ini menarik di mata BRI-MI. Tina menjelaskan bahwa beberapa saham yang masuk dalam sektor ini juga masih memiliki earnings quality yang baik, konsistensi dalam pembayaran dividen, dan memiliki tingkat valuasi yang cukup terjangkau.

null
BRI-MI berupaya memberi kemudahan masyarakat untuk membeli Reksa Dana BRI MSCI. Contohnya melalui Bibit. (Foto: blog.bibit.id)

Tak Hanya Berdampak pada Reputasi

Lebih jauh, Tina melihat penerapan prinsip keberlanjutan tak hanya berdampak pada reputasi perusahaan, tetapi juga pada efisiensi operasional dan kinerja finansialnya. Ia mengungkapkan, “Kami melihat adanya perbaikan dari kinerja keuangan pada beberapa perusahaan yang sudah menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.”

Efisiensi tersebut terutama terlihat dari perubahan strategi energi perusahaan. Perbaikan kinerja ini, papar Tina, tercermin dari adanya efisiensi biaya operasional, karena mereka mencoba untuk menggeser penggunaan bahan bakar fosil menuju bahan bakar tenaga biomassa.

Tidak hanya itu, manfaat ESG juga terasa dari sisi pendanaan. Tina menjelaskan, “Tampak juga ada perusahaan yang memiliki penurunan dari sisi biaya pendanaan (cost of fund) karena mereka berhasil memperoleh fasilitas green financing yang memiliki tingkat bunga yang lebih rendah daripada pendanaan konvensional.”

Dengan pendekatan investasi yang selektif, berbasis kinerja keuangan dan tanggung jawab sosial, BRI-MI menunjukkan bahwa investasi dan dampak bisa berjalan beriringan. ESG bukan lagi tren, melainkan standar baru dalam dunia investasi yang makin cerdas dan bertanggung jawab.

Lewat produk ESG yang terus dikembangkan, BRI-MI menegaskan bahwa masa depan bukan hanya soal pertumbuhan, melainkan juga keberlanjutan. Di tangan investor yang peduli, uang bukan hanya bekerja, tapi juga berdampak. (*)

# Tag