Cerita Dwi Rinawati Bangun Bisnis Pecel Ndoweh di Kota Batu

null
Dwi Rinawati (53), Owner Pecel Ndoweh (Ist).

Siapa yang tidak suka pecel? Perpaduan gurih kacang, manis, dan pedas yang menggugah selera, disiramkan di atas sayuran segar. Makanan sederhana ini menjadi bagian dari identitas kuliner Jawa, sekaligus menghadirkan rasa rindu yang tak lekang oleh waktu.

Di Kota Batu, Malang, ada satu warung pecel yang kian dikenal: Pecel Ndoweh. Rasanya khas, dengan bumbu kacang kental beraroma rempah kuat, disajikan bersama sayur segar, tempe goreng, atau rempeyek. Cocok disantap di pagi hari dengan nasi hangat dan teh manis—sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mencobanya.

Dwi Rinawati (53), pemilik Pecel Ndoweh, menuturkan bahwa keterampilannya membuat bumbu pecel diwarisi dari kakek dan neneknya di Madiun. “Awalnya ya di depan sini pakai meja, sama juga jualan untuk latihan sepak bola di lapangan. Kan anak saya itu melatih, sekalian kita bawa jualan di mobil,” ungkapnya saat ditemui di warung Pecel Ndoweh yang berlokasi di Desa Binangun, Kec. Bumiaji, Kota Batu Malang (02/8/2025).

Menu Pecel Ndoweh disajikan dengan piring bambu berlapis daun pisang. Paket seharga Rp8 ribu dilengkapi peyek, acar, mendoan, orek tempe, dan srundeng. Pengunjung juga bisa menambah lauk seperti telur dadar, ayam, hingga sarang tawon dengan tambahan harga. “Banyak orang yang suka dan diterima masyarakat sini,” tegas Rinawati.

Usaha ini dirintis pada awal 2021, di masa pandemi Covid-19. Kala itu, anak dan menantunya yang bekerja di sektor pariwisata kehilangan mata pencaharian. Situasi sulit memaksa keluarga mencari jalan baru.

Dari situlah ide membuka warung pecel sederhana di meja depan rumah lahir. Berawal dari emperan rumah tanpa papan nama, usaha itu tumbuh dari modal kecil dan semangat kebersamaan.

Perlahan, pesanan mulai berdatangan. Dari sebungkus, dua bungkus, hingga rutin diantar ke rumah-rumah, termasuk untuk warga yang menjalani karantina. Rinawati juga mulai menjual sambel pecel terpisah, dititipkan ke warung-warung sekitar. Dari situ, kabar tentang Pecel Ndoweh menyebar.

Salah satu titik balik datang ketika putri Rinawati mendapat informasi dari temannya di Dinas Perdagangan Kota Batu tentang program bantuan usaha. Ia pun mengajukan permohonan dan akhirnya menerima bantuan dari BRI.

“Bantuan senilai Rp2,4 juta itu kemudian direalisasikan dalam bentuk mesin penggilingan bumbu pecel, sesuai dengan peruntukannya untuk mendukung usaha kuliner. Dengan adanya mesin tersebut, produksi sambel pecel milik Rinawati meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan warung sekaligus permintaan dari luar,” ungkapnya.

Sejak itu, kapasitas produksi meningkat pesat. Permintaan datang bukan hanya dari sekitar Kota Batu, melainkan juga dari luar daerah. Rinawati bahkan pernah mengirim produknya hingga ke Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Selain bantuan mesin, ia juga memperoleh akses pendanaan Ultra Mikro (UMi) dari BRI, yang memperluas peluang pengembangan usaha.

Rinawati mengaku merasakan manfaat nyata dari program pinjaman BRI. Dengan pendanaan dan pendampingan, warungnya kini berkembang menjadi bangunan permanen dan menjadi salah satu kuliner yang direkomendasikan masyarakat Kota Batu.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan komitmen bank dalam mendukung usaha ultra mikro. “Kisah usaha ini menjadi contoh bahwa pemberdayaan oleh BRI itu ternyata tidak cukup dikasih pinjaman/kredit saja. Yang paling penting, dua hal yaitu dikasih kredit dan diberikan pemberdayaan untuk terus berkembang. Semoga bisa menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya,” ungkapnya.

Dari emperan rumah sederhana, Pecel Ndoweh kini menjelma sebagai simbol ketekunan dan inovasi keluarga. Lebih dari sekadar sajian tradisional, warung ini menjadi bukti bagaimana kuliner dapat membuka jalan baru di tengah keterbatasan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag