IHSG Berpeluang Melanjutkan Rebound, Ini Katalisnya
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa kemarin rebound lantaran naik sebesar 0,9% dan ditutup pada 7.801,6 poin. Sebelumnya, level IHSG sempat melemah di perdagangan Senin pekan ini menyusul aksi jual investor karena terdampak dari adanya gangguan terhadap stabilitas sosial, politik, dan keamanan di Indonesia sejak pekan lalu yang berlanjut sampai dengan akhir pekan.
”Aktivitas masyarakat kemarin sudah mulai meningkat dibandingkan dengan hari Senin, dan kantor-kantor juga terlihat sudah mulai kembali beraktivitas work from office, dibandingkan dengan hari Senin. Selain itu perkembangan data ekonomi Indonesia yang cukup positif juga terlihat turut memulihkan kepercayaan pasar,” ujar Rully Wisnubroto, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset Sekuritas) pada risetnya di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Dia mengamati aksi jual investor asing kemarin mereda.Sebab, foreign net sell hanya sebesar Rp331miliar, lebih rendah dari aksi jual bersih investor asing di Senin itu yang mencapai Rp2,2triliun. Rupiah juga secara perlahan menunjukkan tren positif hingga kemarin, dan kemarin ditutup pada 16.400 per dollar AS (US$).
Bank Indonesia menyatakan saat ini masih melakukan intervensi aktif dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah dari dampak negatif pelemahan risk appetite asing terhadap pasar Indonesia. CDS (credit default swap) Indonesia 5 tahun kemarin juga sudah sedikit turun, menjadi 71,84 dari hari sebelumnya yang mencapai 72,38.
“Kondisi pasar dalam jangka pendek tidak kalah penting untuk menjaga kepercayaan pasar sehingga perbaikan ekonomi dalam jangka menengah dan jangka panjang dapat tercapai,” ujarnya.
IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi naik. Tasrul, analis Mirae Asset Sekuritas, mencermati analisa teknikal IHSG pada Selasa itu ditutup pada 7.801.59 poin dengan tren short term (Period 45) masih positif, ditunjukkan oleh r-squared 0.891 dan slope 25.91. Namun, Z-Score 1.61 menandakan harga relatif tinggi sehingga rawan koreksi.
Volume 349,701,422 lebih tinggi dari rata-rata 281,197,979, menunjukkan distribusi. Critical level berada di 7.688 poin, yang harus dipertahankan agar tren tetap bullish. Indikator teknikal melemah pada MACD bearish, MFI 39.60 netral, RSI 31.40 mendekati oversold, dan CMO -37.20 menunjukkan dominasi seller.
“Level support pada rentang 7.746 hingga 7.688 poin dengan cut loss di 7.688 poin. Jika bertahan, rebound menuju resistance 7.858–7.910 poin masih terbuka,” tutur Tasrul. Namun, jika turun di 7.688 poin itu maka risiko penurunan lebih dalam meningkat. (*)