Sektor Keuangan dan Energi Dominasi Penutupan IHSG, Ini Kata Samuel Sekuritas

Sektor Keuangan dan Energi Dominasi Penutupan IHSG, Ini Kata Samuel Sekuritas
Ilustrasi platform pergerakan saham IDX Mobile di Gedung Bursa Efek Indonesia. Aplikasi tersebut digunakan untuk mengecek perusahaan tercatat masuk ke daftar delisting, pemantauan khusus, dan lainnya. Foto Nadia K. Putri/SWA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,08% ke level 7.885,9 pada perdagangan Rabu (3/9/2025). Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia mencatat bahwa sektor-sektor yang menjadi motor penggerak IHSG hari ini meliputi keuangan, energi, dan barang baku.

“Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp1,21 triliun dan net sell di pasar negosiasi senilai Rp176,5 miliar,” ujar Jason Sebastian, analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam riset hariannya kepada SWA.co.id sore ini.

Saham-saham Pilihan Asing

Jason merinci saham yang menjadi incaran investor asing antara lain berasal dari sektor keuangan seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dari sektor energi yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan Indika Energy Tbk (INDY), serta dari sektor barang konsumen non-primer yaitu PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

BMRI — yang termasuk dalam grup Daya Anagata Nusantara (Danantara) — ditutup menguat tipis 1,1% ke Rp4.620 dengan volume transaksi 131,62 juta saham. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp425,88 triliun, berdasarkan data TradingView pukul 20.16 WIB.

Sementara itu, BBNI juga mencatatkan penguatan 2,3% ke level Rp4.410. Volume transaksi saham BBNI mencapai 29,75 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp160,67 triliun.

Sektor Energi Melejit

Dua saham dari sektor energi turut memberikan kontribusi besar terhadap penguatan IHSG hari ini. Saham INDY ditutup melesat 24,8% ke Rp1.660, dengan volume transaksi mencapai 159,41 juta saham. Kapitalisasi pasar INDY kini berada di kisaran Rp6,74 triliun.

Sementara itu, saham PGAS yang juga merupakan bagian dari Grup Danantara, ditutup naik 3,5% ke Rp1.760. Volume transaksi PGAS tercatat 113,45 juta saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp40,36 triliun.

Hartadinata Melambung Hampir 25%

Di sektor barang konsumen non-primer, HRTA mencatat lonjakan harga signifikan sebesar 24,7% ke Rp910. Volume transaksi saham ini menyentuh 285,08 juta saham dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp3,22 triliun.

Menurut laman resmi perusahaan, operasional Hartadinata terintegrasi secara vertikal, meliputi pembuatan perhiasan emas, produk emas batangan (bullion), pemurnian (refinery), hingga ritel. Meskipun diklasifikasikan dalam sektor barang mewah, bisnis utama HRTA berfokus pada manufaktur dan perdagangan emas.

Saham Bernilai Tinggi Versi Samuel Sekuritas

Lebih lanjut, Samuel Sekuritas Indonesia juga merilis daftar saham dengan valuasi menarik atau top value stocks. Dalam daftar tersebut, BMRI kembali masuk, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang justru melemah 0,3% ke Rp7.975.

Dari sektor energi, saham Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan kenaikan 10,2% ke Rp109.800.

Sementara itu, di sektor barang baku, Aneka Tambang Tbk (ANTM) — yang terlibat dalam bisnis pertambangan emas dan nikel — juga mengalami kenaikan 0,3% ke level Rp3.480.

Adapun dari sektor properti dan real estat, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ditutup melemah 2% ke Rp15.550. Saham ini tetap masuk dalam radar valuasi menarik meski mencatat koreksi harian. (*)

# Tag