InterSystems Percepat Transformasi Industri Kesehatan di Indonesia

Asia Healthcare Summit 2025 yang digelar InterSystems. (dok. InterSystems)
Asia Healthcare Summit 2025 yang digelar InterSystems. (dok. InterSystems)

InterSystems sebagai penyedia data management solutions yang mengelola lebih dari satu miliar rekam medis di seluruh dunia, menggelar Asia Healthcare Summit 2025 di Jakarta, (3/9/2025). Acara ini mempertemukan lebih dari 200 pemimpin regional dan lokal dari pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan sektor teknologi informasi.

Dengan dukungan kebijakan, investasi swasta yang terus meningkat, serta ekosistem kolaboratif yang menghubungkan keahlian global dengan inovasi lokal, Indonesia muncul sebagai penggerak utama transformasi kesehatan digital di Asia. Perkembangan ini memicu terobosan baru dalam perawatan pasien yang berbasis data.

Sistem kesehatan Indonesia berkembang pesat dalam hal digitalisasi, didorong oleh agenda transformasi Kementerian Kesehatan serta meningkatnya kebutuhan akan data yang terpercaya, dapat saling terhubung, dan sistem bertenaga AI.

Founder dan CEO InterSystems, Terry Ragon mengatakan, “Kita sedang berada di awal perubahan besar dalam dunia komputasi ketika memasuki era AI. Asia Tenggara adalah pusat inovasi, dan di Summit ini para pelanggan kami menunjukkan bagaimana mereka menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia dengan teknologi kami.”

Meski momentumnya kuat, sektor kesehatan di Asia masih menghadapi tantangan, seperti sistem lama yang terfragmentasi, literasi digital yang belum merata, dan kekhawatiran publik soal keamanan data.

Luciano Brustia, Regional Managing Director, Asia Pacific, InterSystems menegaskan, “Transformasi kesehatan Indonesia bukan hanya pencapaian nasional, melainkan juga katalis untuk negara-negara lain di kawasan. Kepemimpinan yang visioner, kolaborasi lintas industri, serta kesiapan untuk mengadopsi teknologi yang aman dan dapat diperluas menjadi tolok ukur baru.”

InterSystems memamerkan bagaimana platform data InterSystems IRIS for Health dapat menghubungkan data dari beragam sistem secara real time dan menyeragamkannya agar dapat diolah dengan standar yang sama, sehingga siap dipakai untuk AI dan analitik tanpa harus mengganti infrastruktur lama.

Platform ini membantu rumah sakit melakukan modernisasi bertahap tanpa gangguan. Sistem rekam medis elektronik InterSystems TrakCare, yang digunakan oleh banyak rumah sakit dan laboratorium di Indonesia, dibangun di atas platform ini. Solusi ini mengadopsi standar global seperti HL7 FHIR serta mendukung inisiatif nasional seperti SatuSehat.

Di Indonesia, teknologi InterSystems sudah digunakan oleh penyedia layanan kesehatan besar, termasuk Prodia, EMC Healthcare, Tzu Chi Hospital, EKA Hospital, Pondok Indah Group, Asia One Healthcare, dan Bali International Hospital. Kemitraan ini mencakup jaringan laboratorium nasional hingga rumah sakit swasta modern, sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan untuk menghadirkan layanan terhubung dan berpusat pada pasien.

Salah satu momen penting di acara ini adalah ketika EMC Healthcare diumumkan sebagai rumah sakit pertama di dunia yang menggunakan InterSystems IntelliCare, EHR terpadu bertenaga AI yang baru diluncurkan dan dibangun di atas data platform InterSystems.

Jusup Halimi, CEO EMC Healthcare, mengatakan, “IntelliCare dirancang agar tenaga medis bisa lebih fokus pada pasien, sementara data pasien mengalir aman dan instan untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.”

Kapabilitas baru agentic AI di InterSystems IntelliCare dapat menjadi asisten cerdas bagi tenaga medis untuk membantu merencanakan dan mengeksekusi tugas, menghemat waktu, serta meningkatkan kualitas keputusan. (*)

# Tag