Pembenahan Makro Ekonomi Nasional, Ekonom Celios Mewanti-Wanti Rating Utang Indonesia Berpotensi Terpangkas

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios). (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)
Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios). (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)

Gelombang demonstrasil mendapat sorotan dari berbagai institusi luar negeri. Salah satunya, Fitch Ratings yang merilis kajian berjudul Indonesia Protest Lead to Spending Pressure pada Rabu (3/9/2025). Kajian ini menyebutkan gelombong protes yang bergemuruh itu berasal dari biaya hidup. “Ini warning kepada pemerintah, kalau tidak ada perubahan dalam jangka waktu yang dekat, maka tanggungannya adalah surat utang tidak laku dibeli investor,” ungkap Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Hal menarik lainnya, lanjut Bhima, sisi governance Indonesia adalah yang paling lemah. Laporan Fitch Ratings itu memberikan Indonesia peringkat BBB yang menandakan stabilitas ekonomi sangat rendah, berdasarkan indikator World Bank Governance.

Hasil peringkat ini akan mempengaruhi rating utang Indonesia ke depannya. “Jika tuntutan publik masih diabaikan oleh pemerintah, maka taruhannya rating utang downgrade, lalu biaya bunga utang semakin mahal. Lalu disusul defisit anggaran yang bisa melampaui 3% hanya untuk bayar bunga utang saja,” pungkas Bhima. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag