Saham DADA Dibidik Investor, Antrean Beli Mencapai Lebih dari 12 Juta Lot
Sejumlah investor melirik saham PT Diamond Citra Propertindo (DADA). Mengingat emiten properti ini berhasil mencatat reli harga spektakuler dan kini dipandang memiliki prospek cerah sebagai salah satu saham multibagger paling menjanjikan.
Dalam sebulan terakhir, saham DADA melonjak luar biasa sebesar 425%, dari Rp8 per lembar menjadi Rp42 di pasar reguler. Fenomena langka ini menjadi sinyal kuat adanya akumulasi besar oleh investor dengan keyakinan tinggi terhadap prospek DADA.
Dari sisi fundamental, harga saham DADA saat ini masih tergolong undervalued. Dengan posisi yang lebih rendah dari level IPO dan jauh di bawah nilai buku (PBV), peluang apresiasi harga masih sangat terbuka lebar.
“Dengan PBV yang masih sangat rendah, peluang bagi DADA untuk mencatatkan kenaikan besar masih terbuka lebar. Investor ritel harus jeli melihat momentum ini sebagai kesempatan emas untuk meraih capital gain,” kata Devlin Gabriel, pengamat pasar modal dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Senin (8/9/2025).
Para pengamat menilai, target harga saham DADA pasca proses backdoor listing berpotensi menembus Rp14.000 per lembar. Angka ini dinilai masih relatif “murah” jika dibandingkan dengan standar investor global yang terbiasa membayar ratusan ribu rupiah per lembar saham di bursa internasional.
Momentum positif ini diperkuat pada pemaparan publik DADA di 4 September 2025, dimana sejumlah agenda menjadi pembahasan dalam paparan publik tersebut, diantaranya; mengenai kinerja keuangan dan kondisi bisnis terkini Perseroan, rencana bisnis ke depan serta penjelasan mengenai dinamika harga sahan perusahaan yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir ini.
Bayu Setiawan, Direktur Diamond Citra Propertindo ,menyampaikan harga sahamn perseroan mulai bergerak naik dari dikisaran Rp7 per lembar, dalam seminggu terakhir mencapat kenaikan harga yang cukup signifikan. Harga saham melonjak menjadi Rp36 per lembar, sementara antrian beli (bid) mencapai lebih dari 12 juta lot.
Menanggapi hal tersebut, Bayu menegaskan terjadinya fluktuasi harga saham merupakan hasil dari mekanisme pasar yang dinamis, dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran.
Bayu menambahkan, potensi masuknya investor baik lokal maupun asing melalui mekanisme backdoor listing tentunya menjadi langkah positif yang sejalan dengan strategi pengembangan jangka panjang Perseroan.
Namun, hingga saat ini belum ada informasi material yang wajib diumumkan. “Apabila terdapat perkembangan yang signifikan dan memenuhi kriteria material, Perseroan akan menyampaikan secara resmi kepada Bursa Efek Indonesia dan publik sesuai ketentuan peraturan yang berlaku,” kata Bayu .
Bersihnya status dari label khusus akan meningkatkan kredibilitas DADA di mata pasar, sekaligus memperkokoh posisinya dalam menjalin kesepakatan dengan investor asing. Dengan demikian, DADA semakin siap melangkah sebagai kendaraan backdoor listing yang solid dan berkelas.
Dengan kombinasi reli harga spektakuler, fundamental yang masih murah, langkah korporasi yang progresif, serta potensi besar dari masuknya investor asing, DADA muncul sebagai salah satu kandidat terkuat saham multibagger di Bursa Efek Indonesia.
Bagi investor yang mengincar keuntungan besar dalam jangka panjang, DADA bukan sekadar saham, melainkan momentum emas yang tidak boleh dilewatkan. Harga saham DADA pada penutupan perdagangan hari ini terkerek sebesar 9,52%, menjadi Rp46 dari perdagangan sebelumnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.