Siapkan Masa Pensiun, Avrist Assurance Mengerek Literasi Keuangan Karyawan di Industri Perhotelan
Berbicara kehidupan pasca pensiun, seringkali yang terjadi ialah banyak penyesalan karena seseorang cenderung sibuk mengejar karir sehingga lupa akan rencana pasca pensiun berikut persiapannya. Padahal, kehidupan pasca pensiun merupakan bab baru dalam hidup yang juga tak kalah penting di mana semestinya seseorang bisa menikmati seluruh hasil kerja kerasnya di masa produktif.
Di sektor perhotelan, tantangan tersebut juga nyata dirasakan oleh para pelaku industri. Meski memiliki karier yang panjang dan prestisius, tidak sedikit yang masih belum memiliki perencanaan pensiun yang jelas. Hal ini mendorong pentingnya edukasi serta kesadaran bagi para profesional untuk mulai menata masa depan mereka sejak sekarang.
Menyoroti hal ini, PT Avrist Assurance (Avrist) mengadakan sharing session bersama Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Bali bertajuk Karir Hebat, Pensiun Bermartabat di Denpasar, Bali, pada 21 Agustus 2025.
Diikuti oleh puluhan anggota asosiasi IHGMA Bali yang terdiri dari para senior general manager perhotelan dan resort area Bali, acara ini bertujuan untuk mengingatkan para peserta bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk bergerak membuat rencana keuangan yang tepat demi masa depan yang baik.
Turut hadir Gede Ricky Sukarta selaku Dewan Pembina DPD IHGMA Bali. Dia mengatakan bahwa banyak para general manager memiliki karir yang gemilang, namun kondisi finansialnya masih belum terencana dengan baik.
“Banyak yang menganggap waktu pensiun itu masih jauh. Padahal waktu berjalan dengan cepat. Jangan sampai kesibukan kita membuat kita lupa hal yang terpenting, yaitu memiliki hidup yang sehat, kedamaian batin, dan juga keluarga yang terjamin,” ujar Gede pada keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa (9/9/2025)
Menekankan hal ini, Avrist yang diwakili oleh Firmansyah, Ketua Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist memaparkan bahwa banyak para pekerja yang aware akan kebutuhan biaya pasca pensiun, namun, sedikit yang sudah membuat perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Salah satu media perencanaan keuangan pasca pensiun adalah dengan mengikuti program DPLK. Program ini memastikan kerja keras setiap karyawan di masa produktifnya benar-benar terasa saat memasuki usia pensiun. DPLK Avrist sendiri dikelola oleh manajer investasi profesional yang akan mengelola investasi secara bijak dengan hasil maksimal,” papar Firmansyah.
Dolly Baryn Ritonga selaku Division Head of Employee Benefit Avrist pun turut menyoroti banyak karyawan yang juga dibayangi oleh biaya terkait medis. Apabila tidak ada perencanaan yang baik, yang biasanya terjadi adalah anggaran biaya terkait medis akan mengganggu tabungan, lebih jauh lagi bisa mengganggu tujuan finansial seseorang, termasuk rencana pasca pensiun.
“Ketika pemberi kerja mengikutsertakan karyawan dalam asuransi kesehatan, langkah ini bisa membantu mereka memiliki ketenangan hati dan pikiran, di mana mereka bisa mendapatkan layanan dan fasilitas kesehatan terbaik tanpa khawatir tabungan mereka akan terganggu. Dengan pikiran yang tenang, karyawan bisa lebih fokus menjalani karir dan mengejar tujuan finansial mereka, termasuk memiliki masa pensiun yang sejahtera,” tambah Dolly.
Acara sharing session ini merupakan wujud semangat Advancing Life Avrist Assurance yang terus berkomitmen untuk memperluas akses berbagai lapisan dan kelompok masyarakat terhadap instrumen perencanaan keuangan demi kehidupan yang lebih sejahtera di kemudian hari. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.