Remala Abadi (DATA) Menjabarkan Utang Kian Gemuk Untuk Menyokong Ekspansi

Remala Abadi (DATA) Menjabarkan Utang Kian Gemuk Untuk Menyokong Ekspansi
Kiri ke kanan: Direktur PT Remala Abadi Tbk (DATA) Adrian Renaldy, Direktur Utama PT Remala Abadi Tbk Agus Setiono, Komisaris Independen PT Remala Abadi Tbk Ahmad Alamsyah Saragih, dan Direktur PT Fiber Media Indonesia Budi Aditya saat pemaparan materi dan tanya jawab di acara paparan publik di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (9/9/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

PT Remala Abadi Tbk (DATA) mengungkapkan kinerja neraca perusahaan yang dinamis pada kuartal I/2025. Direktur Remala Abadi, Adrian Renaldy, menjelaskan, peningkatan liabilitas disebabkan dari pendanaan kredit yang diterima pada awal tahun 2025 dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII).

Adrian menuturkan total liabilitas perusahaan pada kuartal I/2025 naik menjadi Rp174,87 miliar, melejit sebesar 218,52% dari Rp54,90 miliar pada kuartal I/2024. Selain itu perseroan di tahun lalu itu mendapatkan pendanaan dari pihak lainnya.

“Kenaikan liabilitas ada pada akun utang pajak sebesar Rp25 miliar, di atas tahun pajak fiskal 2024. Perseroan telah melunasi utang pajak tersebut tepat pada waktunya,” jelas Adrian pada paparan publik di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Merujuk dari laporan keuangan DATA, utang perseroan dari Maybank tersebut menjadi perjanjian kredit yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Jangka waktu perjanjian berlaku selama satu tahun, terhitung sejak 18 Februari 2025 hingga 18 Februari 2026, dengan tingkat suku bunga kredit sebesar 5,75%.

DATA juga memiliki utang bank dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp16,61 miliar dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) sebesar Rp3,30 miliar. Hal ini menjadi sumber pendanaan perusahaan untuk melakukan ekspansi.

Agus Setiono, Presiden Direktur DATA, menjelaskan perseroan berencana memperluas layanan fiber-to-the-home (FTTH) 400.000-500.000 homepass ke seluruh Indonesia. Layanan ini membidik konsumen di segmen ritel.

Rencananya, ekspansi FTTH tersebut akan berlangsung hingga tahun 2027. Perusahaan juga berencana untuk membangun 5 juta homepass hingga periode tersebut.

Namun, proses untuk mengejar jutaan homepass tersebut masih terkendala banyak hal. Sehingga, perusahaan berinisiatif untuk menambah aset dengan mengakuisisi atau bermitra dengan sejumlah perusahaan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) lokal

“Yang seperti ini kami dekati, kami jadikan mitra, atau kalau bisa kami beli. Asetnya kami dapatkan, pelanggannya langsung kami maksimalkan,” tutup Agus.

Direktur Utama PT Remala Abadi Tbk Agus Setiono menjawab pertanyaan awak media saat doorstop usai paparan publik di Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA
Direktur Utama PT Remala Abadi Tbk Agus Setiono menjawab pertanyaan awak media saat doorstop usai paparan publik di Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

Adapun, belanja modal (capex) DATA di tahun ini sekitar Rp1 triliun Dia menjabarkan sumber dana capex dari kas internal, Grup Djarum, dan investor. “Selain itu, kami juga dapat pendanaan dari bank,” jelas Agus kepada awak media.

Harga saham DATA pada penutupan perdagangan di Selasa ini stagnan di Rp4.560 . Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp6,27 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 46,71 juta saham. Sebelumnya, DATA dibuka di Rp4.000 pada pukul 09.00 WIB, dan mencapai harga tertinggi di Rp4.730. Namun, DATA juga menyentuh harga terendah ke Rp3.970. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag