BTN Pacu Pertumbuhan Kredit 6,8% ke Rp376 Triliun, Laba Bersih Naik 13,6% di Semester I-2025

nullDirektur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu. (Tangkapan layar: Sri Niken Handayani/SWA)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh 6,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp376,11 triliun pada semester I/2025, naik dari Rp352,06 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN, Nixon L. P. Napitupulu, menjelaskan pertumbuhan ini ditopang oleh sektor perumahan yang meningkat 6,2% menjadi Rp317,77 triliun, serta sektor non-perumahan (non-housing loan) yang naik 10,5% yoy menjadi Rp58,34 triliun. Pada sektor perumahan, KPR subsidi naik 6,5% menjadi Rp182,17 triliun, sedangkan KPR non-subsidi tumbuh 8,8% menjadi Rp110,72 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut menghasilkan pendapatan bunga kredit (interest income) yang melonjak 23,5% yoy menjadi Rp18,50 triliun hingga Juni 2025. Dari angka ini, BTN membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp9,34 triliun, naik 55,1% yoy. Net interest margin (NIM) juga meningkat 139 basis poin menjadi 4,4% per akhir Juni 2025.

“Atas pencapaian tersebut, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun pada akhir semester I-2025, bertumbuh double digit sebesar 13,6% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,5 triliun,” papar Nixon.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BTN mencatat pertumbuhan 11,2% yoy menjadi Rp406,38 triliun, meningkat dari Rp365,38 triliun pada semester I-2024. Seiring dengan penambahan kuota KPR Subsidi dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan dukungan kebijakan pemerintah, Nixon menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 7–9% yoy pada 2025.

Ia menambahkan, penambahan kuota KPR FLPP dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit pada 2025 memberikan ruang lebih besar bagi BTN untuk menyalurkan KPR Subsidi. Dengan tambahan ini, BTN memproyeksikan pertumbuhan kredit sedikit lebih tinggi dari kisaran sebelumnya, yakni sekitar 7–8%.

“Pertumbuhan kredit pada 2025 kami harapkan berada di kisaran 7-9% sejalan dengan adanya tambahan kuota KPR FLPP menjadi 350.000 unit pada akhir Juni yang lalu. Realisasi KPR Subsidi nasional masih di angka 121.000 unit rumah, sedangkan BTN sudah menyalurkan hampir 100.000 atau 78% dari total nasional. Kami berharap ada dorongan positif dari kuota yang lebih banyak tahun ini,” jelasnya. (*)

# Tag