Bos TOBA Mengungkapkan Rencana Investasi Danantara

Bos TOBA Mengungkapkan Rencana Investasi Danantara
Suasana penunjukkan direksi dan dewan komisaris PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) pasca rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta pada Jumat (25/4/2025). Foto TBS Energi Utama

Danantara dikabarkan berniat membiayai proyek waste to energy atau solusi mengubah limbah menjadi energi seperti Listrik, gas, ataupun panas di dalam negeri. Badan pengelola investasi itu berencana menerbitkan Patriot Bond dengan target dana Rp50 triliun. Hasil penggalangan dana ini antara lain untuk berinvestasi di proyek waste to energy.

PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) diketahu sebagai salah satu emiten yang tengah gencar mengembangkan bisnis energi dari limbah dan manajemen limbah. Tetapi ketika dikonfirmasi mengenai rencana masuknya Danantara, Direktur TOBA Juli Oktarina, mengatakan perseroan dan Danantara belum memiliki kesepakatan terkait hal tersebut

“Sejauh ini kami tidak memiliki kesepakatan investasi apapun dengan Danantara dan tidak ada keterkaitan apapun baik dari sisi operasional dan kepemilikan. Kami juga belum memiliki agreement apapun dengan Danantara,” jelas Juli dalam Public Expose virtual, Jumat (12/9/2025).

TOBA telah memiliki entitas bisnis ARAH Environmental yang mengelola limbah terpadu. ARAH Environmental beroperasi di 15 provinsi dan melayani lebih dari 5.000 pelanggan di sektor medis, industri, dan rumah tangga.

Menurut Juli, bisnis ini diyakini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan jangka panjang TBS. TOBA menjajaki bisnis pengolahan limbah sejak mereka bertransformasi dan mulai meninggalkan bisnis energi fosil.

Transformasi ini mulai menunjukkan hasil positif, terutama melalui unit bisnis pengelolaan limbah atau waste management yang kini menyumbang 35% dari total pendapatan grup. Sementara itu, pilar baru TBS di bisnis pengelolaan limbah mulai menunjukkan kontribusi positif yang signifikan.

Unit bisnis ini mencatatkan pendapatan sebesar US$59,6 juta dengan EBITDA mencapai US$10 juta hingga akhir Juni 2025. Margin EBITDA nya juga sangat baik yakni 17%, jauh lebih tinggi dibanding margin EBITDA dari bisnis batubara. Dengan kata lain, jumlah pendapatan yang dapat dikonversi sebagai laba bersih semakin besar nilainya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag