Beasiswa Bluebird Peduli: Wujudkan Mimpi dan Pangkas Kesenjangan Pendidikan
Sinar Matahari itu masih bisa menembus lapisan awan yang tertutup mendung di kawasan Tanah Kusir di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan. Pada sore hari, jelang sang Surya terbenam itu, Saring Riyadi (56 tahun) memarkir mobil Toyota Alphard di pool Bluebird Ciputat, pada Jumat (8/8/2025). Saring adalah pengemudi Silverbird, armada taksi yang dikelola PT Blue Bird Tbk (BIRD) atau Bluebird.
Saring, yang kala itu mengenakan kemeja dan celana berwarna abu-abu kecokelatan, agak terburu-buru. Dia, setelah rampung memarkirkan mobil, bergegas memasuki ruangan pertemuan di pool ini. Saring adalah pengemudi taksi Bluebird. Dia berkarier di Bluebird sejak 25 tahun silam.
Saring sejak berprofesi sebagai pengemudi di perusahaan berlogo burung biru itu tak pernah pindah kerja. Tak terpikir di benaknya untuk pindah pekerjaan ke perusahaan lain atau menjadi mitra pengemudi di perusahaan ride hailing. Pada masa senang dan sulit, Saring menancapkan loyalitasnya di Bluebird.
Pada masa pandemi Covid-19, misalnya, Bluebird dibekap kerugian lantaran mobilitas masyarakat sangat terbatas. Kala itu, penumpang hanya bisa dihitung jari.Pendapatan supir Bluebird pun menukik tajam.
Alih-alih mengubah haluan karier, Saring malah terpacu untuk menyokong perusahaan dan kolega kerjanya. Manajemen dan karyawan Bluebird saling membantu di masa pagebluk itu. Dia mengucapkan rasa syukur bekerja di perusahaan yang berdiri pada 1972 itu. Menurutnya, semua pekerjaan itu ada dinamikanya. Kunci sukses Saring mengarungi profesinya ini selalu mengucapkan rasa syukur.
Dia mempraktikkan filosofi Jawa, yakni sawang sinawang. Prinsip ini tidak membandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain. Berbekal kearifan lokal ini Saring fokus dengan pencapaian diri sendiri untuk menafkahi keluarga. Toh, rezeki muncul dalam bentuk lain.
Saring justru mendapatkan rezeki yang lebih istimewa dari Bluebird. Sebab, kedua anaknya mendapat beasiswa pendidikan dari manajemen BIRD. “Saat itu saya sempat khawatir biaya kuliah anak-anak. Tiba-tiba, ada pengumuman beasiswa di Bluebird. Saya mendaftarkan anak-anak. Alhamdulillah, anak-anak saya lolos seleksi beasiswa,” ujar Saring seperti ditulis SWA.co.id di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Kekhawatirannya itu bukan tanpa sebab. Saring mengatakan biaya kuliah anak-anaknya itu cukup menguras tabungannya. Dia khawatir penghasilannya sebagai pengemudi taksi tidak cukup untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
Rata-rata penghasilannya sebagai supir Silverbird sekitar Rp800 ribu per hari. Jumlah ini tak seluruhnya ada di dompet Saring. Sebab, pendapatannya itu wajib disetor ke perusahaan terlebih dahulu.
Lantaran demikian, ia mengajukan permohonan beasiswa pendidikan anak-anaknya. Manajemen Bluebird merancang program Beasiswa Bluebird untuk putra-putri pengemudi dan karyawan aktif yang telah mengabdi di perusahaan minimal selama satu tahun.
Proses seleksi dilakukan secara berjenjang dan transparan, dimulai dari masing-masing pool, lalu diverifikasi oleh tim HRGA (Human Resources & General Affairs) di area, hingga akhirnya masuk ke sistem pusat sebagai basis data penerima. Mekanisme ini memastikan setiap pengajuan ditangani secara adil dan terukur.
Pada proses penilaiannya, prestasi akademik anak melalui nilai rapor semester menjadi pertimbangan utama. Selain itu, Bluebird juga memberikan apresiasi kepada pengemudi maupun karyawan yang menunjukkan kinerja baik, dengan peluang lebih besar untuk diterima.
Dengan cara ini, program beasiswa tidak hanya mendorong semangat belajar anak-anak, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi para orang tua.
Saring pun menyetorkan permohonan beasiswa ke manajemen Bluebird. Bukan tanpa sebab, dia memberanikan diri mengajukan hal tersebut. Anak-anaknya menorehkan prestasi akademik yang cukup aduhai. Lantaran demikian, Saring cukup percaya diri mengajukan beasiswa pendidikan.
Bluebird sejak 1998 memulai program beasiswa pendidikan untuk anak-anak karyawannya. Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, mengatakan program Beasiswa Bluebird Peduli itu diinisiasi oleh Noni Purnomo pada 1998.
“Saat itu, sedang terjadi krisis moneter. Kami menerapkan nilai Caring is Our Value Since Our Beginning. Ini adalah nilai yang ditanamkan oleh pendiri perusahaan yang bertujuan memberikan kehidupan yang lebih baik dan kebahagiaan kepada keluarga, termasuk pengemudi dan karyawannya, serta keluarga dari pengemudi dan karyawan Bluebird,” tutur Andre, sapaan akrabnya Adrianto.
Value ini, lanjut Andre, diteruskan hingga ke keluarga para pengemudi dan karyawan. Pendiri Bluebird yang berlatar belakang sebagai tenaga pendidik itu kian memacu manajemen BIRD untuk menggencarkan beasiswa pendidikan untuk karyawan dan keluargannya.
“Sehingga, meskipun saat itu negara kita sedang dilanda krisis moneter, kami tidak ingin anak-anak dari pengemudi dan karyawan Bluebird putus sekolah,” tutur Andre.
Pada kesempatan terpisah, Faris Faris Hafizh Makarim, analis Kebijakan Pendidikan yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana di bidang Economics and Education di Columbia University, mengatakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di beasiswa pendidikan itu menjadi solusi untuk memangkas kesenjangan pendidikan
Dia, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, menyampaikan hanya 74% anak termiskin yang bisa melanjutkan ke sekolah menengah atas. Ini lebih rendah dibandingkan keluarga sejahtera yang angkanya sebesar 97%.
Kesenjangan semakin melebar di level perguruan tinggi. Sebab, 54% dari anak-anak keluarga sejahtera atau terkaya oyi berkesempatan kuliah. Sebaliknya, probabilitas anak-anak dari keluarga miskin hanya sebesar 18% yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Sektor swasta dan filantropi memainkan perannya di bagian ini. Sebab, pemerintah menghadapi keterbatasan fiskal karena harus memfokuskan anggaran untuk program prioritas utama. Maka, gotong royong pendidikan melalui CSR perusahaan bukan sekadar tambahan saja, tetapi kebutuhan nyata untuk mempersempit kesenjangan pendidikan,” tutur Faris.
Aksi Nyata Bluebird
Perseroan tak hanya memberikan beasiswa pendidikan di perguruan tinggi saja. Andre menjabarkan manajemen BIRD berkomitmen untuk menjangkau sebanyak mungkin putra-putri berprestasi setiap tahunnya dengan konsisten memberikan ribuan bantuan beasiswa per tahunnya. Jumlahnya sekitar 3.000 bantuan beasiswa per tahun. Hingga saat ini Bluebird telah menyalurkan lebih dari 66.000 beasiswa kepada anak pengemudi dan karyawan.
“Beasiswa Bluebird Peduli dibagikan kepada anak pengemudi dan karyawan mulai dari jenjang SMP, SMA, D3, dan S1. Bluebird juga membuka peluang bagi para penerima beasiswa yang ingin berkarier di Bluebird setelah menyelesaikan pendidikannya,” ungkap Andre.
Program beasiswa ini diapresiasi oleh para pengemudi maupun karyawan. Mereka merasa bangga sekaligus termotivasi karena anak-anak semakin bersemangat belajar. BIRD berkomitmen untuk terus mempertahankan program ini secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatkan kualitas pendidikan generasi muda ke depannya.
“Kami juga berharap semakin banyak penerima beasiswa Bluebird Peduli yang bisa sukses, baik di masa pendidikan, maupun ketika sudah masuk dunia kerja,” kata Andre.
Harapan Andre dan manajemen BIRD itu bertautan dengan kisah sukses anak-anaknya Saring pasca merampungkan kuliahnya. Saring mengisahkan kedua anaknya yang memperoleh beasiswa pendidikan dari Bluebird itu sudah lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Kini, mereka ada yang berkarier menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu lembaga negara dan bekerja di perusahaan swasta nasional.
Saring hampir menitikkan air mata tatkala mengisahkan kontribusi Bluebird untuk pendidikan anak-anaknya itu. Walau terbata-bata menceritakan perjalanan hidup keluarganya, Saring menyemburkan nuansa kebanggaan terhadap pencapaian anaknya.
“Saya bercita-cita menjadi guru, tapi tak bisa mencapainya karena saya tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Saya hanya lulusan SMA,” ucapnya.
”Saat melihat anak-anak bisa kuliah sampai lulus dan wisuda, saya ya bangga, sepertinya salah satu keinginan saya terwujud,” ungkapnya seraya melempar senyum. Anak-anak Saring menyimpan impian untuk melanjutkan pendidikan jenjang pasca sarjana atau S-2.
Ke depannya, Saring berharap Bluebird memperluas program beasiswa ini lantaran membantu anak-anak pengemudi bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik. “Pendidikan bisa mengubah kondisi seseorang,” sebutnya.
Andre pun menganggukkan kepalanya tentang harapan tersebut. “Seiring berjalannya waktu, program ini berkembang menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung akses pendidikan, sebagai wujud nyata bahwa Bluebird tidak hanya hadir untuk melayani mobilitas, tetapi juga untuk memberdayakan dan menumbuhkan generasi masa depan,” imbuh Andre.
Tiga Pilar Berbasis ESG
Bluebird juga memiliki beasiswa khusus yang diberikan kepada anak-anak pengemudi dan karyawan yang berkebutuhan Khusus, dan juga anak-anak pengemudi dan karyawan yang wafat pada saat menjalankan pekerjaan. Beasiswa khusus ini diberikan tidak terbatas pada jenjang pendidikan tertentu.
Selain itu, Bluebird juga memberikan kesempatan bagi putra-putri berprestasi dalam bidang keterampilan dengan penghargaan berupa bonus prestasi, semakin baik nilainya bantuan beasiswa-nya juga semakin besar
Bluebird juga membuka peluang bagi para penerima beasiswa yang ingin berkarier di Bluebird setelah menyelesaikan pendidikannya. Andre mengatakan program beasiswa ini selaras dengan komitmen ESG (Environmental, Social & Governance) Bluebird dan merupakan bagian dari implementasi pilar keberlanjutan BlueLife, yang berfokus pada aspek sosial melalui peningkatan kesejahteraan serta pengembangan SDM perusahaan.
Selain beasiswa, Bluebird secara konsisten menghadirkan berbagai inisiatif lainnya, seperti program Umroh gratis bagi pengemudi yang rutin diadakan 4 kali dalam setiap tahunnya, pemberdayaan perempuan (Kartini Bluebird) untuk istri dan putri pengemudi, serta kegiatan volunteering pengemudi dan karyawan untuk mengedukasi dan mendukung kepedulian terhadap lingkungan dan sekitar.
Selain BlueLife, Bluebird juga memiliki pilar BlueSky yang menekankan komitmen menjaga #BirukanLangitIndonesia melalui pelestarian lingkungan. Selain mengoperasikan kendaraan listrik dan CNG, Bluebird juga mengedukasi pengemudi untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan lebih sustainable lifestyle. Kemudian, pilar BlueCorps yang berfokus pada penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berintegritas.
Sejak awal berdirinya, Bluebird memperkokoh komitmennya terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan perubahan yang berdampak tidak hanya terbatas pada operasional sehari hari. “Pada kerangka keberlanjutan yang menyeluruh, kami terus mengembangkan inisiatif melalui tiga pilar utama, yakni Lingkungan pada pilar BlueSky, Sosial di BlueLife, dan Tata Kelola pada pilar BlueCorps,” tutur Andre.
Ihwal praktik ESG di korporasi, Mas Achmad Daniri, pengamat pembangunan berkelanjutan dan Ketua Umum Asosiasi GRC Indonesia, mengatakan implementasi ESG oleh perusahaan itu berpeluang melibatkan partisipasi lintas pihak.
“Kolaborasi menerapkan ESG oleh lintas pihak itu bisa dilakukan antara perusahaan, pemerintah daerah, komunitas hingga para praktisi. Yang perlu ditekankan, praktik ESG itu bukan cost center karena korporasi bisa mendapatkan cuan dari praktik berkelanjutan yang berbasis prinsip ESG,” ucap Daniri.
Berbicara cuan, kinerja fundamental BIRD kian kinclong. BIRD pada kuartal kedua tahun ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp339,1 miliar meningkat 27,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini ditopang pendapatan yang mencapai Rp2,67 triliun atau tumbuh sekitar 15%. Andre menjabarkan pertumbuhan pendapatan itu merata di seluruh lini layanan.
Segmen taksi mencatatkan pertumbuhan 11,7%, sementara non-taksi meliputi sewa mobil dan bus, shuttle, logistik, jual beli dan maintenance kendaraan, serta lelang, mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi yaitu 17,1%. Kontribusi dua segmen ini terbagi menjadi 69% dari layanan taksi dan 31% dari non-taksi, menunjukkan portofolio usaha yang semakin terdiversifikasi secara sehat.
Andre menyampaikan relevansi di industri mobilitas tidak bisa hanya mengandalkan satu pendekatan. Karena itu, pihaknya terus mendorong efisiensi, memperkuat transformasi digital, dan memperluas layanan berbasis kebutuhan pelanggan yang menjangkau berbagai kanal, produk, dan sistem pembayaran.
Bluebird juga memperluas perannya sebagai operator dalam kolaborasi bersama Transjakarta, mendukung upaya pemerintah Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi dan andal.
“Kami ingin membangun perusahaan mobilitas yang tak hanya bisa diandalkan dari sisi layanan, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Fokus kami tetap sama: bertumbuh secara berkelanjutan, sambil menciptakan nilai tambah bagi seluruh ekosistem kami,” tuturnya.
Harga saham BIRD sejak awal tahun ini hingga penutupan perdagangan 12 September 2025 (year to date) melonjak sebesar 12,62% atau menjadi Rp1.785. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.