Mengokohkan Peran Digital Attacker, Bank Raya Fokus ke Ekosistem Mikro BRI

null
Jajaran Direksi Bank Raya saat Pubex Live 2025. (Ist)

Transformasi digital menjadi sebuah keharusan di era saat ini. Di tengah dinamika tersebut, Bank Raya menegaskan posisinya sebagai digital attacker BRI Group. Sebagai digital attacker, Bank Raya berperan sebagai ujung tombak BRI Group dalam menggarap pasar digital yang lebih lincah dan tersegmentasi, sekaligus mempercepat transformasi layanan mikro dan ritel berbasis teknologi.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan bahwa perusahaan memiliki target pasar yang dirancang untuk melengkapi segmen yang sudah dijangkau oleh BRI. Dengan berlandaskan prinsip shorter, faster, smaller, Bank Raya berupaya menghadirkan layanan yang relevan, khususnya bagi segmen mikro dan ritel.

Menurut Bagus, keunggulan utama Bank Raya terletak pada kemampuannya memanfaatkan ekosistem BRI Group yang sudah mapan. “BRI memiliki jaringan Online to Offline (O2O) lebih dari satu juta titik akses. Layanan tunainya juga lebih dari satu juta, mulai dari BRILink, CRM, ATM, hingga jaringan cabang,” ungkapnya dalam Pubex Live pada 9 September 2025.

Hal inilah yang, menurutnya, membedakan Bank Raya dari bank digital lainnya. Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Bank Raya berkomitmen melakukan sinergi bisnis dengan BRI melalui berbagai produk digital, seperti Pinang Dana Talangan untuk pembiayaan agen BRILink, Pinang Flexi untuk nasabah payroll BRI, dan Pinang Maksima untuk pelaku usaha.

Selain itu, Bank Raya juga menjalin sinergi dengan anak perusahaan BRI lainnya, di antaranya pembiayaan kepada agen Pegadaian, penyaluran Pinang Flexi melalui PKSS, serta kolaborasi dengan mitra BRI Group lainnya.

Hingga kuartal II/2025, Bank Raya mencatat laba bersih sebesar Rp32,93 miliar, tumbuh 64,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kredit yang disalurkan juga meningkat menjadi Rp7,28 triliun, yang mendorong total aset naik ke Rp13,34 triliun.

Menariknya, pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari bisnis digital. Penyaluran kredit digital mencapai Rp13,42 triliun, naik hampir 65% secara tahunan, dengan outstanding melonjak 79% menjadi Rp2,62 triliun. Jaringan sekitar 43 ribu agen BRILink dan agen gadai memainkan peran vital dalam pertumbuhan ini.

Pertumbuhan basis pengguna aplikasi Raya juga turut memperkuat pondasi dana murah. Hingga pertengahan 2025, jumlah pengguna aplikasi menembus 1,05 juta, dengan volume transaksi mencapai 2,1 juta; naik 42,7% secara tahunan (year-on-year). Lonjakan ini mendorong pertumbuhan dana murah, sehingga CASA meningkat 7,6% (yoy) menjadi Rp2,5 triliun.

Pada sisi kredit digital, produk unggulan Pinang Dana Talangan yang ditujukan untuk mendukung produktivitas bisnis keagenan berhasil mencatat penyaluran Rp11,36 triliun di kuartal II/2025, tumbuh 57,5% (yoy).

Produk ini dinikmati oleh sekitar 43 ribu agen BRILink dan agen gadai. Pada periode yang sama, outstanding Pinang Dana Talangan mencapai Rp800,75 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 63,2% (yoy).

Sementara itu, Pinang Flexi — pinjaman multiguna untuk nasabah payroll BRI Group — mencatatkan pertumbuhan outstanding sebesar Rp1,01 triliun, tumbuh 162,4% (yoy).

Adapun Pinang Maksima yang ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha nasabah, mencatatkan outstanding Rp723,87 miliar atau tumbuh 137,3% (yoy).

"Kami terus mengoptimalkan inovasi produk melalui berbagai solusi keuangan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga memberikan stabilitas yang lebih kuat bagi bisnis kami," paparnya.

Di saat yang sama, Bank Raya juga terus memperkuat investasi di bidang teknologi untuk meningkatkan customer experience. Menurut Bagus, seluruh upaya tersebut telah mendorong peningkatan profitabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Pencapaian ini merupakan bukti bahwa Bank Raya tetap fokus tumbuh sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi, didukung fundamental dan manajemen risiko yang baik. Dengan situasi yang penuh tantangan, kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian sambil terus melihat peluang untuk tumbuh berkelanjutan,” tegasnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag