Strategi Bank Raya Garap Potensi Komunitas Lewat Inovasi Digital Saku Bareng
Bank Raya kembali menghadirkan inovasi melalui fitur Saku Bareng, yang kini memungkinkan menabung kolektif hingga 300 anggota. Fitur ini menawarkan kemudahan dalam mengelola tabungan bersama, termasuk pembuatan hingga lima saku sekaligus. Hal ini memudahkan pengguna memisahkan bujet pribadi dari bujet komunitas.
Kicky Andrie Davetra, Direktur Bisnis Bank Raya, menjelaskan bahwa admin dapat memantau kontribusi dan pengeluaran anggota melalui Rekap Keuangan, yang otomatis dan tertata rapi dalam kategori tertentu. Saku Bareng juga dilengkapi fitur Tagih Uang untuk memudahkan admin melakukan penagihan sesuai nominal yang ditentukan.
Selain itu, seluruh anggota dapat memantau saldo dan mutasi rekening secara real time. Pengelolaan dana keluar hanya dapat dilakukan oleh admin, sementara anggota menerima notifikasi setiap kali ada transaksi. Dengan demikian, pengelolaan tabungan bersama menjadi lebih praktis, transparan, dan aman.
“Kami memahami bahwa menabung kolektif untuk mencapai tujuan bersama merupakan tantangan bagi banyak komunitas. Dengan peningkatan jumlah anggota yang dapat bergabung, kami berharap tantangan ini bisa teratasi,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Hingga kuartal II/2025, Saku Bareng telah dimanfaatkan lebih dari 2.000 anggota komunitas, dengan total lebih dari 1.300 saku yang terbentuk. Pertumbuhan Saku Bareng pada kuartal ini tercatat sebesar Rp1,9 miliar, atau tumbuh 49% secara tahunan (yoy). Mayoritas nasabah komunitas berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
“Kami melihat potensi besar dalam pertumbuhan komunitas di Indonesia. Sebagai bangsa yang memiliki karakter sosial tinggi, nilai kebersamaan membuat komunitas terus berkembang dan semakin kuat,” kata Kicky.
Selain Saku Bareng, nasabah digital saving Bank Raya juga terus bertumbuh. Per Juni 2025, transaksi melalui Raya App mencapai 2,1 juta, meningkat 42,7% (yoy). Jumlah pengguna aplikasi tercatat lebih dari 1,05 juta nasabah.
Pertumbuhan digital saving mencapai Rp1,5 triliun, naik 66,6% (yoy). Peningkatan ini turut mendorong pertumbuhan Current Account Savings Account (CASA) sebesar 7,6% (yoy) menjadi Rp2,5 triliun, sehingga rasio CASA Bank Raya naik dari 26,77% di kuartal II/2024 menjadi 29,72% di kuartal II/2025.
“Kekuatan komunitas yang terbentuk dari kesamaan hobi atau latar belakang menjadi peluang untuk mempercepat literasi digital di masyarakat. Bank Raya berkomitmen menjadi kawan finansial dan mitra pertumbuhan bagi komunitas dan pelaku usaha melalui berbagai kemudahan produk dan fitur di aplikasi kami,” tutup Kicky. (*)