Sukses Bawa Fore Coffee Tumbuh, East Ventures Raih VC Deal of the Year 2025

null
East Ventures raih VC Deal of The Year 2025. (Foto: East Ventures)

Di balik secangkir kopi yang dinikmati banyak orang, tersimpan kisah tentang visi, keberanian, dan strategi. Dari gerai pertama yang sederhana, Fore Coffee kini berdiri tegak di lantai bursa, menjadi simbol bagaimana mimpi bisa diseduh hingga matang.

Perjalanan inilah yang mengantarkan East Ventures meraih penghargaan VC Deal of the Year 2025 dari Singapore Venture and Private Capital Association (SVCA), sebuah pengakuan bergengsi atas keberhasilan mereka membangun dan membimbing perusahaan rintisan hingga mencapai puncak pertumbuhan.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan venture capital (VC) yang menunjukkan keahlian investasi dan kinerja luar biasa sepanjang tahun terakhir.

Bagi East Ventures, pencapaian ini lahir dari kepercayaan mereka pada Fore, perusahaan F&B Indonesia yang mengelola merek premium-affordable seperti Fore Coffee dan Fore Donut.

Capaian ini menegaskan kemampuan East Ventures dalam menemukan serta membina perusahaan berpotensi tinggi, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang di ekosistem bisnisnya.

Didirikan pada 2018, Fore Coffee lahir dari visi bersama Willson Cuaca (Co-Founder dan Managing Partner East Ventures) bersama Robin Boe dan Jhoni Kusno (Co-Founder Otten Coffee). Mereka memiliki ambisi untuk membangkitkan kejayaan industri kopi Indonesia, khususnya biji kopi Arabika, lewat brand kopi spesial yang modern dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Sejak awal, Fore dibangun dengan fokus pada operasional yang berkelanjutan serta memiliki jalur yang jelas menuju profitabilitas. Hingga Juni 2025, Fore telah berkembang menjadi 261 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia dan Singapura.

Tonggak penting lainnya terjadi pada April 2025, ketika Fore berhasil melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). IPO ini dirancang agar memberikan manfaat bagi semua pihak, termasuk perusahaan, investor, dan pemegang saham baru. Hasilnya, IPO Fore kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari 200%, dan kinerja sahamnya konsisten positif hingga saat ini.

Willson Cuaca menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam perjalanan Fore. “Menginkubasi Fore dari awal hingga pencatatan sahamnya bukanlah sesuatu yang kami antisipasi, dan kami juga tidak mengikuti buku pedoman VC pada umumnya," ujarnya, Senin (22/9/2025).

"Sepanjang perjalanan, kami membangun kapabilitas baru, memperluas jaringan, dan yang terpenting, menempa jalan kami sendiri. Meskipun menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk melewati titik terendah pasar BEI, kami tetap gigih dan mencapai garis akhir," dia menambahkan.

Dari perspektif regional, Sharon Lim, CEO SVCA, menekankan pentingnya peran VC dalam mendorong pertumbuhan di pasar berkembang. “Investasi East Ventures kepada Fore menunjukkan bagaimana pendanaan tahap awal dan kemitraan yang tepat menjadi bahan penting untuk membuat secangkir kopi, hingga dapat melakukan IPO di tengah banyaknya hambatan,” katanya.

Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen East Ventures untuk menyediakan dana katalis dan mendukung lebih banyak wirausahawan di Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan misi mereka untuk membangun kawasan yang produktif dan sehat, demi generasi sekarang maupun mendatang. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag