YouGov: Konsumen Indonesia Doyan Belanja Online, RI Duduki Peringkat Dua Dunia
Riset terbaru YouGov mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dari 55 pasar global dalam hal belanja online, hanya kalah dari Tiongkok. India berada di posisi ketiga. Temuan ini menegaskan besarnya potensi e-commerce di Tanah Air sekaligus menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang semakin matang.
“E-commerce di Indonesia tumbuh dengan kecepatan luar biasa, tetapi pertumbuhan transaksi dan pengguna berjalan beriringan dengan perubahan preferensi konsumen,” ujar Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, dalam siaran pers yang dikutip SWA.co.id, Selasa (23/9/2025).
Menurut riset ini, alasan utama konsumen Indonesia lebih memilih belanja online dibanding toko fisik adalah harga yang lebih murah (68%), pilihan produk yang lebih banyak (57%), promo menarik (48%), kemudahan berbelanja (47%), dan layanan pengiriman yang efisien (46%).
Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan paling pesat terjadi pada kategori baju dan sepatu yang naik 18%, disusul kategori musik, video, dan buku yang meningkat 15%.
Marketplace tetap menjadi kanal utama penemuan produk, namun preferensi kanal kedua bervariasi menurut generasi. Gen Z lebih terpengaruh influencer, Milenial mengandalkan ulasan produk, sedangkan Gen X lebih percaya rekomendasi keluarga atau teman.
Edward menambahkan, konsumen saat ini semakin cerdas dan menuntut value for money yang lebih tinggi. “Konsumen kini lebih cerdas, lebih selektif, dan menuntut value for money yang lebih besar, kecepatan pengiriman, serta personalisasi yang lebih baik. Platform dan penjual harus cepat beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi ini,” tegasnya.
Riset ini juga menyoroti tingginya konsumsi video online di Indonesia. Sebanyak 83% konsumen rutin menonton konten video pendek atau reels. Genre hiburan dan komedi menjadi yang paling populer (62%), disusul kuliner (59%), serta fesyen dan kecantikan (41%).
Preferensi ini juga berbeda menurut generasi. Gen Z cenderung menikmati konten fesyen dan kecantikan, Milenial lebih tertarik pada bisnis dan keuangan, sementara Gen X banyak menonton konten kesehatan dan kebugaran.
Bagi platform e-commerce dan brand, video menjadi kanal pemasaran yang semakin penting. Konten kuliner dapat digunakan untuk mempromosikan bahan makanan dan peralatan dapur, konten fesyen dan kecantikan untuk menarik Gen Z, sedangkan konten finansial bisa menonjolkan produk gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.
Dengan tingginya pertumbuhan e-commerce dan konsumsi konten video, Indonesia dipandang sebagai pasar strategis yang terus berkembang, di mana persaingan tidak hanya soal harga, tetapi juga pengalaman belanja yang relevan dan personal. (*)