Bioskop di Indonesia Akan Tembus 2.700 Layar pada 2030
Industri film Indonesia tengah memasuki babak transformasi penting. Data dari JAFF Market, unit industri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), mencatat lebih dari 126 juta tiket terjual sepanjang 2024. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat admisi tertinggi di kawasan Asia pasca pandemi Covid-19.
Meski begitu, admisi per kapita masih berada di bawah 0,5. Ini menandakan potensi pertumbuhan jangka panjang yang besar, terutama dengan semakin luasnya infrastruktur dan meningkatnya akses publik terhadap bioskop di berbagai daerah.
“Penonton tidak hanya kembali ke bioskop, tetapi juga merayakan keberanian sineas lokal menghadirkan drama, horor, komedi, hingga animasi. Momentum ini menegaskan vitalitas baru industri film Indonesia di tingkat global," tutur Sekarini Seruni, Business Director JAFF Market, dalam siaran pers yang dikutip SWA.co.id (23/9/2025).
Pertumbuhan jumlah layar bioskop menjadi salah satu pendorong utama. Hingga akhir 2024, Indonesia memiliki lebih dari 2.200 layar, dan diproyeksikan mencapai 2.700 layar pada 2030.
Ekspansi ini sejalan dengan pertumbuhan GDP per kapita yang stabil, dominasi demografi muda, urbanisasi yang cepat, serta meningkatnya kebutuhan akan hiburan yang terjangkau. Pembangunan mal di kota-kota lapis kedua dan ketiga juga mendorong kehadiran bioskop baru.
Jumlah penonton diperkirakan stabil di kisaran 100 juta per tahun pada 2026, dengan pertumbuhan sekitar 10% per tahun. Sementara itu, produksi film diproyeksikan meningkat dari 152 judul pada 2024 menjadi sekitar 200 judul per tahun pada 2028.
Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, JAFF Market bekerja sama dengan Cinepoint sebagai mitra resmi penyedia data. "Kami bersama-sama membangun ekosistem berbasis bukti yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih cermat serta pertumbuhan industri yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” ungkap Sigit Prabowo, Co-Founder & President Commissioner Cinepoint. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.