Rugi di Q2/2025, Citra Putra Realty (CLAY) Tetap Ekspansi Bisnis Rumah Sakit
Manajemen PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), emiten barang konsumen non-primer yang bergerak di bisnis jasa perhotelan, resor, dan kapal pesiar, memaparkan rencana ekspansi ke bisnis pengelolaan rumah sakit di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Meski rugi bersih perusahaan membengkak pada kuartal II/2025, pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana Pontianak tetap dilanjutkan.
Direktur CLAY, Chairul Umaiya, menjelaskan bahwa kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan signifikan pada kuartal II/2025. Pendapatan tercatat hanya Rp53,12 miliar, turun 51,30% dibandingkan kuartal II/2024 yang mencapai Rp107,03 miliar.
“Penurunan pendapatan ini disebabkan pembatasan anggaran kementerian oleh pemerintah pusat. Sumber pendapatan hotel kami sebagian besar berasal dari kegiatan atau acara kementerian dan pemerintah,” ungkap Chairul dalam paparan publik insidentil di Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, sekitar 20% pendapatan perusahaan berasal dari pelanggan pemerintah, sementara porsi terbesar didorong oleh turis yang menginap di hotel-hotel perusahaan, khususnya di Bali. “Umumnya kami mengandalkan tamu-tamu asing,” ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Agustus 2025, CLAY mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp9,72 miliar. Angka ini melonjak 669,30% dibandingkan rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,26 miliar.
Direktur Utama CLAY, Nany Adriani, menyebutkan bahwa saat ini perseroan fokus mengoptimalkan kinerja unit hotel, seperti The Stones Hotel di Bali dan Clay Hotel. Di saat yang sama, pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana tetap menjadi prioritas strategis perusahaan.
Pembangunan rumah sakit di Pontianak ditargetkan rampung dalam satu hingga dua tahun mendatang. Chairul menegaskan bahwa proyek ini akan dibiayai melalui pendanaan internal perusahaan serta kerja sama dengan pihak perbankan.
Pada sesi perdagangan kedua, harga saham CLAY tercatat di level Rp2.250 per saham pada pukul 14.24 WIB, dengan volume transaksi 65.300 saham. Kapitalisasi pasar mencapai Rp5,78 triliun, dengan jumlah saham beredar (shares float) sebanyak 61,87 juta saham, mengutip data TradingView.
CLAY merupakan bagian dari Grup OSO yang dimiliki oleh politikus Partai Hanura, Oesman Sapta Odang. Grup OSO memiliki portofolio bisnis yang mencakup perkebunan, keuangan, manufaktur, kesehatan, pertambangan, properti, dan transportasi.
Di sektor kesehatan, Grup OSO telah mengoperasikan OSO Hospital Pontianak yang berlokasi di Jl. M. T. Haryono, kawasan bisnis super blok Kota Pontianak. Melalui CLAY, grup ini berencana memperluas bisnis rumah sakit dengan membangun Rumah Sakit Royal Sukadana.
“Dalam kondisi begini, kami tetap membangun... Tetap akan kami lakukan karena ini sudah lama tertunda dan diharapkan,” ujar Chairul kepada awak media saat sesi tanya jawab. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.