Jamkrindo: Tempatkan Reputasi sebagai Aset Strategis untuk Keberlanjutan Bisnis

null
Abdul Bari, Plt. Direktur Utama Jamkrindo.(Foto: Jamkrindo)

Guna mewujudkan visi menjadi “pilihan utama pelaku usaha dalam layanan penjaminan”, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sangat serius dalam membangun reputasi dan kepercayaan pelanggan.

Sejumlah inisiatif yang dinilai paling berkontribusi terhadap peningkatan reputasi perusahaan adalah digitalisasi layanan, penguatan budaya perusahaan berbasis kolaborasi, serta kontribusi nyata dalam mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan.

“Semua inisiatif ini berperan memperkuat persepsi positif terhadap perusahaan,” ujar Abdul Bari, Plt. Direktur Utama Jamkrindo.

Menurut Abdul Bari, reputasi bagi Jamkrindo adalah cerminan dari kepercayaan, kredibilitas, serta konsistensi dalam memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan.

“Reputasi kami posisikan sebagai salah satu aset strategis jangka panjang, yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis sekaligus pembeda di tengah kompetisi industri,” katanya.

Untuk menggarap bisnis penjaminan kredit, saat ini Jamkrindo mengerahkan lima produk penjaminan dengan target pasar yang berbeda, yaitu: penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), penjaminan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), penjaminan usaha produktif (non-KUR dan PEN), penjaminan Kredit Bank Garansi (KBG) dan Suretyship (penjaminan kontrak/proyek), serta penjaminan kredit konsumtif.

Tahun 2024, Jamkrindo berhasil melakukan penjaminan kredit senilai Rp300,3 triliun yang melibatkan 7,8 juta UMKM terjamin. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan volume penjaminan pada 2023 yang sebesar Rp377,63 triliun. Namun, di sisi pendapatan justru mengalami peningkatan, dari Rp6,74 triliun menjadi Rp7,73 triliun.

null
Aktivitas pelayanan di salah satu kantor Jamkrindo. (Foto: Jamkrindo)

Tak hanya tecermin pada kinerja keuangan yang ciamik, reputasi Jamkrindo juga telah mendapat pengakuan dari pelanggan. Berdasarkan survei yang dilakukan Business Digest di tujuh kota besar dengan melibatkan 5.000 responden, indeks reputasinya mencapai skor 8,26 (skala 1-10) dengan predikat “Excellent”.

Reputasi yang cemerlang tentu menjadi modal penting bagi Jamkrindo dalam berinteraksi dengan para stakeholder yang meliputi lembaga keuangan bank maupun nonbank serta para debitor, baik UMKM maupun non-UKM.

“Kami terus menjaga reputasi melalui sistem manajemen mutu, peningkatan kompetensi SDM, evaluasi layanan secara berkala, serta dengan menerapkan prinsip continuous improvement,” Abdul Bari menjelaskan.

Untuk lebih lengkapnya, strategi Jamkrindo dalam membangun dan menjaga reputasi perusahaan dapat disimak dalam hasil wawancara SWA dengan Abdul Bari berikut ini.

Bagaimana perusahaan memastikan reputasi positif di tengah dinamika industri?

Perusahaan menjaga reputasi positif melalui tata kelola yang baik, kepatuhan pada regulasi, konsistensi layanan berkualitas, serta komunikasi yang transparan. Selain itu, keterlibatan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional juga menjadi bagian penting dalam membangun citra positif.

Adakah momen krusial di mana reputasi perusahaan benar-benar diuji? Dan, bagaimana solusinya?

Tentu, ada momen di mana tantangan industri atau isu eksternal menguji reputasi perusahaan. Solusinya ialah dengan merespons secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab, serta menjadikan setiap tantangan sebagai pembelajaran untuk memperkuat sistem, layanan, dan komunikasi dengan stakeholders.

Apa inisiatif strategis yang paling berkontribusi terhadap reputasi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir?

Inisiatif yang paling berkontribusi antara lain: transformasi digital layanan, penguatan budaya perusahaan berbasis kolaborasi, serta kontribusi nyata dalam mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan. Semua inisiatif ini berperan memperkuat persepsi positif terhadap perusahaan.

Seperti apa pengelolaan reputasi perusahaan di dunia digital dan media sosial?

Perusahaan memandang dunia digital dan media sosial sebagai kanal strategis untuk mendekatkan diri dengan publik. Pengelolaan reputasi dilakukan melalui kehadiran aktif, penyampaian konten yang informatif dan inspiratif, serta respons cepat terhadap masukan publik. Prinsipnya adalah mendengar, berdialog, dan memberikan nilai tambah.

Meski sifatnya intangible dan punya banyak faktor, bagaimana perusahaan mengukur reputasinya?

Perusahaan mengukur reputasi melalui beberapa instrumen, antara lain survei kepuasan pelanggan, engagement karyawan, pengakuan dari regulator, serta penghargaan dari pihak independen. Selain itu, pemantauan media dan analisis sentimen publik juga menjadi tolok ukur yang penting.

Inovasi apa yang paling membedakan perusahaan Anda dari kompetitor?

Inovasi Jamkrindo terletak pada pengembangan layanan penjaminan yang relevan dengan kebutuhan pasar, didukung digitalisasi proses, serta pendekatan yang inklusif untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru. Hal ini membedakan Jamkrindo, sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga pembangunan nasional.

Bagaimana perusahaan menjaga standar kualitas agar selalu sesuai dengan ekspektasi pelanggan?

Standar kualitas dijaga melalui sistem manajemen mutu, peningkatan kompetensi SDM, evaluasi layanan secara berkala, serta penerapan prinsip continuous improvement. Jamkrindo juga terbuka terhadap umpan balik pelanggan sebagai masukan penting dalam menjaga kualitas.

Bagaimana melakukan manajemen krisis jika menghadapi kejadian-kejadian mendadak yang sangat merugikan reputasi perusahaan?

Perusahaan memiliki protokol manajemen krisis yang meliputi identifikasi cepat, pembentukan tim respons, komunikasi terbuka, serta langkah mitigasi jangka pendek dan jangka panjang. Fokus utamanya ialah mengendalikan dampak, menjaga kepercayaan stakeholders, serta memastikan krisis menjadi momentum perbaikan berkelanjutan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag