Diamond UHT Milk Mengedukasi Masyarakat Tentang Bekal Makanan Sehat

Diamond UHT Milk Mengedukasi Masyarakat Tentang Bekal Makanan Sehat

Diamond UHT Milk memperkenalkan kampanye terbarunya bertajuk “Bekal Seru Semua Aksimu” . Kampanye ini berfokus menjawab tantangan bagi orang tua sekarang dalam membesarkan generasi Alpha, melalui rangkaian aktivitas yang menggabungkan edukasi, hiburan, dan interaksi langsung dengan para ahli.

Kampanye tersebut dirancang secara masif untuk menjangkau lebih banyak keluarga. Program ini akan hadir langsung ke ratusan sekolah di berbagai daerah, memperkenalkan pentingnya bekal sehat kepada anak-anak sejak dini; menyapa konsumen di lebih dari 120 titik modern trade sehingga akses terhadap produk dan edukasi semakin mudah; serta 40 destinasi rekreasi dan tempat bermain anak, seperti taman safari atau wahana edukasi keluarga.

President Director Diamond UHT Milk, Philip Lin mengatakan susu UHT Diamond telah mendapatkan approval “PIlihan Lebih Sehat” dari BPOM yang menandakan Diamond memiliki kandungan gizi lebih baik disbanding produk sejenis, terutama dengan gula lebih rendah.

“Kami mendukung pemberian bekal yang bukan hanya makanan dan minuman namun dukungan emosional juga dari orang tua untuk melakukan hal yang seru untuk mereka, seperti bermain bersama dengan mereka,” ujar Philip.

Dokter S. Tumpal Andreas C., M.Ked (Ped), mengatakan penting bagi anak usia sekolah untuk mendapatkan nutrisi lengkap setiap hari. Masa usia 5–12 tahun merupakan periode krusial bagi perkembangan fisik dan kognitif, di mana terjadi peningkatan signifikan pada pertumbuhan skeletal, pematangan sistem saraf, serta kapasitas neuroplastisitas otak. Pada tahap ini, defisiensi mikronutrien masih sering ditemukan di Indonesia dan berisiko menurunkan imunitas, menghambat konsentrasi belajar, hingga memengaruhi kualitas pertumbuhan jangka panjang.

“Banyak sekali jajanan di sekolah yang sebenarnya tinggi akan makronutrien namun rendah mikronutrien. Maka bijak dalam memberikan bekal kepada anak kita yang tinggi akan makro maupun micronutrient menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi orang tua.” Jelasnya.

Sementara itu, Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog Anak , menekankan bahwa pola asuh Generasi Alpha memiliki tantangan tersendiri. Generasi Alpha berkembang dalam ekosistem digital yang sarat stimulasi sehingga membentuk kapasitas kognitif adaptif namun rentan terdistraksi. Pada fase ini, anak membutuhkan kerangka regulasi yang konsisten, stimulasi multisensorik yang proporsional, serta integrasi pengalaman seimbang antara aktivitas fisik dan mental. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag