homLiv Mempersiapkan Ekspor Kayu Jati Ke Eropa, Amerika Serikat dan Asia Tenggara
Founder dan Director homLiv, Yudiana Lyn. (Foto: Syifa Nur Layla/SWA)Shopee Indonesia meluncurkan kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas, pada Senin (29/9/2025). Salah satu 20 finalis Shopee Jagoan UMKM adalah homLiv yang fokus pada bisnis perlengkapan masak berbahan kayu ramah lingkungan.Founder dan Director homLiv, Yudiana Lyn, menuturkan lokasi produksi homLiv di Yogyakarta dan membina pengrajin di 10 rumah produksi. Berbekal itu, kapasitas produksi homLiv sebanyak 30 ribu unit per bulannya. Produk homLiv tersebar di 1.000 gerai di Indonesia.
Tak hanya membina, homLiv juga memberdayakan pengrajin dengan sejumlah level. Adapun level tertingginya Dedicated Partner, artinya seluruh hasil produksi pengrajin akan ditampung homLiv. Kayu jati yang dipanen untuk bahan baku adalah yang berusia sekitar 20 tahun. Sebab peralatan masak memiliki umur pemakaian tertentu akibat terkena panas dan minyak, sehingga penggunaan kayu yang lebih muda justru lebih tepat dan efisien.
Bersaing Dengan China
Bagi Yudiana, kayu jati adalah pilihan bahan baku yang tepat. Sebab kayu tersebut hanya tumbuh subur di tanah Indonesia, ditambah lagi karakteristik kayu jati yang kuat dan turun-menurun legendaris dari tiap generasi.
"Kalau kita bersaing head to head dengan China itu sangat penting. Artinya bersaing harga kita tak bisa, tapi dengan kayu jati kita bisa menang bersaing karena hanya ada di Indonesia," ucapnya kepada SWA.co.id seperti ditulis pada Jumat (3/10/2025).
homLiv pun sangat ketat dalam kualitas produk. Mulai dari sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk lingkungan, dan sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Saat ini, homLiv sedang dalam proses memperoleh sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) agar bisa menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Selama empat tahun terakhir, homLiv telah mempunyai pelanggan setia dari Jepang. Baru-baru ini, homLiv telah sukses mengekspor ke Jepang sebanyak 64 ribu unit hanya dalam dua bulan.
Yudiana pun membeberkan bahwa tahun ini, homLiv tengah membidik pasar ekspor lainnya. "Kita lagi mengincar pasar Malaysia dan Singapura. Masyarakat di sana punya habit yang mirip dengan Indonesia, suka memasak," pungkasnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.