Harga BBM di Malaysia Lebih Murah Dibanding di Indonesia, Apa Penyebabnya?
Harga minyak mentah sebagai bahan baku BBM di Malaysia dan Indonesia sebenarnya tidak berbeda karena sama-sama mengikuti harga minyak dunia.
PEMERINTAH Malaysia menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 dari RM 2,05 menjadi RM 1,99 per liter atau sekitar Rp 7.864 per liter. Harga ini berlaku per Selasa, 30 September 2025.
Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga BBM di Indonesia yang saat ini berkisar Rp 10.000 hingga Rp 14.000 per liter. Khusus harga BBM Ron 95 buatan Pertamina yakni Pertamax Green per 1 September 2025 masih berada di angka Rp 13.000 per liter.
Menurut pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, harga BBM di Malaysia lebih murah terutama disebabkan oleh subsidi yang besar dari pemerintah setempat.
“Komponen subsidinya cukup besar. Bahkan semakin tinggi angka RON, jumlah subsidi yang diberikan semakin besar. Dengan cara itu, Malaysia mendorong penggunaan BBM yang lebih bersih,” kata Fahmy saat dihubungi, Rabu, 1 Oktober 2025.
Fahmy menjelaskan, harga minyak mentah di Malaysia dan Indonesia sebenarnya tidak berbeda karena sama-sama mengikuti harga minyak dunia. Namun, beban subsidi di Malaysia tidak terlalu berat karena jumlah penduduknya relatif kecil dibanding Indonesia.
Fahmy menilai murahnya BBM di Malaysia tidak berkaitan dengan tingkat produksi minyak mentah atau lifting. “Produksi minyak mentah Indonesia justru jauh lebih besar dari Malaysia. Jadi faktor lifting tidak berpengaruh,” katanya.
Selain subsidi, Fahmy mengatakan perbedaan mencolok soal kebijakan energi kedua negara terletak pada pengelolaan energi, khususnya gas. Malaysia telah membangun jaringan pipa gas kota yang dibiayai oleh pemerintah sehingga gas bisa langsung masuk ke rumah tangga.
Sementara di Indonesia, Fahmy melanjutkan, pembangunan infrastruktur gas diserahkan kepada badan usaha sehingga jangkauannya masih terbatas dan biaya distribusi lebih mahal.
“Indonesia sebenarnya menghasilkan gas bumi cukup besar. Tapi harganya lebih mahal dibanding Malaysia karena infrastruktur belum terbentuk sepenuhnya. Akibatnya biaya distribusi tinggi,” ujarnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan penurunan BBM jenis RON 95 dari semula RM 2,05 menjadi RM 1,99 per liter pada Senin, 22 September 2025. "Mulai 30 September, seluruh rakyat Malaysia akan menikmati harga baru RON 95 yakni RM1,99 seliter, dengan menggunakan MyKad (kartu identitas Malaysia), di gerai SPBU maupun melalui aplikasi pompa bensin," kata Anwar, seperti dikutip dari Antara.
PM Anwar menjelaskan, kebijakan tersebut bakal dinikmati lebih awal bagi anggota kepolisian dan tentara Malaysia mulai 27 September 2025. Sedangkan masyarakat penerima bantuan langsung tunai bisa mendapatkan BBM dengan harga baru per 28 September 2025.
Anwar menyatakan Malaysia mengambil langkah berani menurunkan harga RON 95 menjadi RM 1,99 seliter ketika dunia sedang menghadapi situasi ekonomi global yang tidak menentu. Ia menyebutkan kebijakan sebagai penghargaan tertinggi untuk seluruh rakyat Malaysia yang terus gigih bekerja, berusaha dan bertekad bersama pemerintahan MADANI, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.
"Keberhasilan kita saat ini adalah hasil kekuatan orang-orang yang tidak pernah menyerah," kata Anwar.
Harga BBM Malaysia vs Indonesia
Harga BBM di SPBU Petronas Malaysia per akhir September 2025 adalah:
- RON 95: RM 1,99 (Rp 7.864) per liter untuk warga Malaysia dengan subsidi.
- RON 95 harga pasar: RM 2,60 (Rp 10.245) per liter untuk warga asing.
- RON 97: RM 3,21 (Rp 12.640) per liter.
- Diesel Euro 5: RM 2,93 (Rp 11.530) per liter.
Sementara harga BBM Pertamina di Indonesia per 1 Oktober 2025 yaitu:
- Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter.
- Pertamax (RON 92): Rp 12.200 per liter.
- Pertamax Green (RON 95): Rp 13.000 per liter.
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter.
- Dexlite: Rp 13.700 per liter.
Sumber: Tempo.co
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.