FPR di Bukittinggi, Merawat Pasar Tradisional sebagai Ruang Ekonomi dan Sosbud

null
Peresmian Festival Pasar Rakyat di Bukittinggi. (Foto: ADMF)

Adira Finance Syariah bersama Danamon Syariah dan Zurich Syariah sukses menyelenggarakan Festival Pasar Rakyat (FPR) 2025 di Bukittinggi, kemarin. Mengusung misi menghadirkan pasar yang lebih SEJAHTERA (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat), program ini fokus pada revitalisasi fisik, pemberdayaan pedagang serta menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai ruang ekonomi, sosial, dan budaya.

Swandajani Gunadi, Direktur SDM & Marketing Adira Finance, menyampaikan bahwa FPR 2025 menjadi wujud komitmen Adira Finance di usia 35 tahun untuk menciptakan nilai bersama guna meningkatkan kesejahteraan. Melalui FPR, kami mendukung kebangkitan pasar tradisional.

“FPR juga turut memperkuat UMKM, dan menghadirkan pasar yang lebih sejahtera, sehingga berdampak positif bagi pedagang sekaligus memperkuat identitas budaya dan pariwisata daerah,” katanya, Senin (6/10/2025).

I Gusti Ngurah Agung Budiyana, Kepala Wilayah Sumatera 3 Adira Finance, menambahkan, Bukittinggi adalah kota bersejarah dengan denyut ekonomi yang kuat di pasar rakyatnya. Melalui FPR 2025 perusahaan ingin mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat daya tarik Pasar Atas dan Pasar Bawah.

“Tidak hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga destinasi wisata budaya. Revitalisasi ini kami jalankan dengan harapan pedagang lebih sejahtera, pasar lebih tertata, dan wisatawan semakin nyaman berkunjung,” ujarnya.

Walikota Bukittinggi Muhammad Ramlan Nurmatias menuturkan Pasar Atas dan Bawah adalah ikon sekaligus jantung perekonomian Bukittinggi. Revitalisasi yang dilakukan melalui Festival Pasar Rakyat 2025 ini sangat penting.

Revitalisasi bukan hanya untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, tetapi juga memperkuat daya tarik pariwisata kota ini. "Dengan adanya kolaborasi bersama Adira Finance Syariah, Danamon Syariah, dan Zurich Syariah, kami berharap pasar rakyat semakin tertata, pedagang lebih sejahtera, dan masyarakat makin bangga berbelanja di pasar tradisional,” katanya.

Di FPR Bukittinggi, revitalisasi difokuskan pada aspek fisik dan non-fisik yang benar-benar dibutuhkan pedagang maupun pengunjung, di antaranya perbaikan fasilitas umum, zona edukasi dan kreasi (Mural), kebersihan & penghijauan.

Selain revitalisasi fisik, FPR juga menghadirkan program revitalisasi non-fisik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kemandirian pedagang di Pasar Atas Bukittinggi.

FPR memberikan asistensi dan sertifikasi halal bagi 35 pedagang. Literasi keuangan syariah untuk membekali 50 pedagang dengan pengetahuan dalam mengatur keuangan usaha secara lebih bijak, pelatihan digitalisasi serta pembentukan kelompok usaha pedagang sebagai wadah kebersamaan.

Yusron, Head of Syariah Adira Finance mengatakan, pasar tradisional adalah detak jantung ekonomi sebuah wilayah. Bukan sekadar membangun fasilitas, tapi juga perlu membangun dan merawat kebersamaan ekosistem di dalamnya, dimana semua pemangku kepentingan berinteraksi.

“Bagi kami, revitalisasi pasar melalui pemanfaatan dana kebajikan menjadi sebuah kesempatan untuk berpartisipasi aktif membangun perekonomian umat. Semoga langkah kecil ini membantu para pedagang lebih SEJAHTERA dan mendorong masyarakat semakin bangga berbelanja di pasar rakyat,” ucapnya.

Tak hanya itu, rangkaian acara juga menghadirkan kegiatan festival untuk masyarakat luas yang mencakup pameran inklusi keuangan syariah. Di sini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat produk dan layanan dari Adira Finance Syariah, Danamon Syariah, dan Zurich Syariah. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag