EcoWasteBank, Sistem Manajemen Bank Sampah Sungai Pertama di Indonesia

null
BPA Foundation bersama startup lingkungan EcoWasteBank resmi meluncurkan sistem manajemen Bank Sampah Sungai pertama di Indonesia. (Foto: Ist)

Sebagai salah satu negara dengan tantangan besar dalam pengelolaan sampah, Indonesia kini menorehkan babak baru menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan. Upaya memperkuat tata kelola lingkungan berbasis data dan partisipasi masyarakat, BPA Foundation bersama startup lingkungan, EcoWasteBank, meluncurkan sistem manajemen Bank Sampah Sungai pertama di Indonesia.

Inisiatif ini menjadi bagian penting dari gerakan Cisadane Coastal Sweep 2025, di mana lebih dari 11 ton sampah plastik berhasil diangkat dari kawasan mangrove di pesisir Sungai Cisadane hanya dalam dua hari.

Peluncuran ini bukan sekadar simbol aksi bersih-bersih, tetapi juga menandai era baru pengelolaan sampah berbasis data di Indonesia.

Melalui sistem EcoWasteBank, setiap kilogram sampah yang dikumpulkan dari sungai maupun darat akan dicatat, ditimbang, dan dikategorikan secara digital.

Semua data tersebut dipantau secara real-time, memungkinkan analisis mendalam terhadap volume sampah, tren pencemaran, serta dampak sosial-ekonomi dari kegiatan pengumpulan di tingkat komunitas.

Menurut Holida Minihanova, Presiden Direktur BPA Foundation, sistem ini bukan sekadar alat pencatatan, tetapi mekanisme yang menjadikan pengelolaan lingkungan dapat diukur, diaudit, dan diperluas.

“Dengan EcoWasteBank, kami memastikan bahwa setiap upaya masyarakat dalam mengelola sampah memiliki nilai dan jejak data yang nyata,” kata Holida dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Kamis (9/10/2025).

EcoWasteBank dirancang sebagai ekosistem ekonomi sirkular yang inklusif dan transparan. Melalui inisiatif River Waste Bank, masyarakat kini dapat menukar sampah yang mereka kumpulkan dengan uang tunai, tabungan digital, atau kebutuhan pokok.

Sebagai bagian dari roadmap pengembangan, BPA Foundation menargetkan pembangunan 100 River & EcoWaste Bank baru serta transformasi bank sampah eksisting di berbagai daerah hingga akhir tahun 2025.

“Kami membuka ruang kolaborasi yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang ingin turut membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan,” tambah Holida Minihanova.

Peluncuran EcoWasteBank di Cisadane Coastal Sweep 2025 menandai tonggak penting bagi pemulihan ekosistem Sungai Cisadane dan menjadi inspirasi bagi pengelolaan sungai di daerah lain. Melalui kolaborasi antara teknologi, komunitas, dan visi keberlanjutan, sistem ini mengubah paradigma pengelolaan sampah — dari sekadar kegiatan sosial menjadi gerakan nasional berbasis data dan dampak nyata.

Dengan hadirnya EcoWasteBank, masyarakat kini tidak lagi menjadi penonton dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, melainkan pelaku utama perubahan menuju Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag