In-Flight Advertising, Cangkulan Baru Indonesia Air Asia
Widijastoro Nugroho, Direktur Pemasaran & Distribusi IAA, menjelaskan, pihaknya melihat ada peluang memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan ruang badan bagian dalam pesawat IAA. “Kami belajar dari alat transportasi lain, seperti kereta api dan bus. Pengelola kereta bawah tanah di Singapura dan monorel di Malaysia juga memasang iklan dalam alat-alat transportasi tersebut,†ujar Widi. Bagi IAA, selama tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan penumpang, sah-sah saja menggali celah pendapatan dengan beriklan di dalam pesawat.
Lagi pula, cara ini bisa menjaga agar IAA tetap menjadi LCC. Dijelaskan Widi, tujuan LCC adalah memberikan harga sehemat mungkin kepada penumpang. “Jika bisa mendapatkan tambahan yang cukup signifikan dari sana, mengapa tidak,†tutur pria yang pernah berkarier di Unilever Indonesia ini. Dan, sejak dua bulan lalu, interior seluruh pesawat IAA sebanyak 6 armada Boeing 737-300 dipenuhi iklan produk Sunsilk Summer Fresh. Selama 8 minggu hingga 10 Oktober 2006, tiga pesawat IAA akan dihiasi iklan tersebut pada meja lipat di bagian belakang kursi, dinding bagian depan kabin dan dinding bagian belakang kabin. Pemasangan iklan di pesawat memang masih terbatas di dalam kabin karena ada aturan dari Dinas Perhubungan yang melarang memasang iklan di bagian luar badan pesawat.
Menurut Widi, in-flight advertising merupakan salah satu program Divisi Ancillary Income IAA. Divisi ini bertanggung jawab menciptakan program-program yang mendatangkan penghasilan tambahan. Selain program in-flight advertising, divisi ini juga mengelola penjualan makanan dan koran di dalam pesawat. Pendapatan tambahan yang dihasilkannya sangat mendukung usaha IAA untuk bisa selalu menawarkan harga kursi penerbangan yang hemat. Sunsilk Summer Fresh menjadi merek pertama di Indonesia yang melakukan promosi di interior pesawat. Sebagai gambaran, maskapai asing biasanya memperoleh laba kotor mencapai 30% dari total pendapatan mereka. “Pemasangan iklan Sunsilk Summer Fresh menghasilkan gross value sebesar Rp 500 juta,†ungkapnya.
Sebenarnya, menggali pendapatan dari iklan dalam pesawat dilakukan IAA sejak awal beroperasi. Widi mencontohkan, pada daftar menu makanan yang ditawarkan ke penumpang terdapat berbagai gambar produk. Produsen yang memasang gambar produknya di menu tersebut harus membayar biaya iklan. “Pop Mie paling besar penjualannya di pesawat kami,†ujarnya tanpa menyebut angka. Tambahan pendapatan selalu dicari agar IAA selalu kreatif sehingga LCC bisa terus dipertahankan. “In-flight advertising kan bukan hanya di bodi pesawat.â€Â
Widi yakin efektivitas beriklan dalam pesawat ini sangat tinggi. Dalam perhitungannya, hal itu bisa dicapai jika durasinya sama dengan iklan billboard sekitar 2-3 bulan pemasangan. “Trial dengan SunSilk dalam dua bulan, tapi sebenarnya terserah klien. Efektifnya 2-3 bulan iklan dipasang. Karena setelah tiga bulan, orang sudah bosan, sedangkan jika di bawah dua bulan, ongkos produksinya mahal,†katanya. Menurut dia, penumpang setidaknya menghabiskan 40%-60% waktu perjalanannya untuk melihat kompartemen yang dipasangi iklan produk tersebut.
Putri Paramita, Manajer Merek Senior SunSilk, mengungkapkan, tawaran memasang iklan seperti ini datang dari media agency Unilever, MindShare, pada Mei 2006. â€ÂWaktu itu kami memberi challenge ke mereka untuk mencari new media channel untuk mendukung Sunsilk Summer Fresh, yang merupakan limited edition dari Sunsilk yang hanya dikeluarkan setahun sekali selama musim liburan,†ujar Putri menjelaskan. Pihaknya merasa tertarik dengan ide ini karena inovatif dan belum pernah dilakukan. Selain itu, juga sesuai dengan tema liburan yang diangkat produk tersebut. Menurutnya, ia telah mempertimbangkan secara matang beberapa aspek yang dianggap penting dalam pemasangan iklan ini, terkait dengan target audiens yang coba dijangkau SunSilk Summer Fresh, khususnya selama masa liburan.
Dalam menjual ruang dalam pesawatnya, IAA dibantu beberapa agensi iklan. Salah satunya, Activate Media Nusantara. “Tidak tertutup bagi advertising agency lain mengajukan kliennya untuk memasang iklan di ruang pesawat IAA,†tutur Widi. Pihaknya terbuka dalam in-flight advertising ini. Tidak hanya menempel gambar iklan di bodi pesawat, tapi juga bisa dengan in-flight activity yang diinginkan klien. Salah satunya, penawaran produk di atas pesawat, asalkan tidak mengganggu keamanan dan operasional pesawat. Jika mengganggu operasi, akan ada tambahan biaya. Target per tahun in-flight advertising? “Wah, tidak boleh tahu tuh, masih rahasia. Pokoknya, sebanyak mungkin,†ujarnya. “Sudah ada peminat, tapi belum bisa kasih tahu siapa,†ujarnya lagi sambil terbahak.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.