GAPMMI: Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,15% pada Semester I/2025, Inovasi Kemasan Diakselerasi
Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor penting perekonomian Indonesia. Ketua Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengungkapkan, sektor ini menyumbang 7% terhadap PDB nasional atau sekitar 40% PDB industri pengolahan nonmigas.
Pada semester I/2025, industri mamin tumbuh 6,15% — melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%. Meski demikian, daya saing dan profitabilitas masih menjadi tantangan.
“Kemasan sangat penting untuk industri makanan dan minuman, tidak hanya untuk produk kemasan, tapi juga distribusi dan berkomunikasi dengan konsumen,” ujarnya dalam sambutan pameran Allpack Indonesia, Selasa (21/10/2025).
Karena itu, Allpack Indonesia 2025 dinilai menjadi sarana penghubung penting untuk teknologi kemasan dan pengolahan. “Dan sekarang, kita harus menerapkan teknologi baru, teknologi inovatif, untuk meningkatkan daya saing kita, untuk meningkatkan kinerja yang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global,” pungkas Adhi.
Industri mamin juga menarik minat investor. Berdasarkan data Kementerian Investasi, sektor ini menjadi penyumbang ketiga terbesar terhadap total investasi manufaktur pada semester I/2025. Pada periode yang sama, Badan Pusat Statistik mencatat ekspor produk mamin tumbuh 8,3% ke negara-negara di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.