15 Tahun PT Revass Utama Medika Kuatkan Fondasi Menuju Perusahaan Alat Kesehatan Berkelas Dunia

15 Tahun PT Revass Utama Medika Kuatkan Fondasi Menuju Perusahaan Alat Kesehatan Berkelas Dunia

Pagi itu, langit Jakarta cerah. Lebih dari 250 Revassian, jajaran direksi, serta para stakeholder perusahaan memadati area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengikuti Revassian Funwalk bertajuk “Walk for Healthy Heart”. Kegiatan ini menjadi puncak acara 15th Revass Anniversary.

Di antara wajah-wajah bersemangat itu, Andriatno Martono berdiri tenang penuh wibawa. Andri mengingat perjalanan panjang Revass, perusahaan yang ia rintis dari ruang kecil 15 tahun lalu dan kini menjelma menjadi korporasi nasional dengan ratusan karyawan dan jaringan rumah sakit yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

“Perjalanan 15 tahun ini bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan yang menjadi jantung Revass,” kata Presiden Direktur PT Revass Utama Medika ini.

Cerita Revass dimulai jauh sebelum plakat pendirian perusahaan resmi keluar pada 2013. Andri merintis usaha kecil distribusi alat kesehatan kardiovaskular bersama empat rekannya tahun 2010.

“Kami berlima memulai segalanya dengan sumber daya yang sangat terbatas. Saat itu, kami hanya berbekal tekad dan keyakinan bahwa pasar alat kesehatan di Indonesia bisa tumbuh jika disertai komitmen dan pelayanan yang tulus,” katanya mengenang.

Namun, dari keterbatasan itulah semangat besar tumbuh. Revass tidak sekadar berdagang alat medis, tetapi membangun kepercayaan dan edukasi kepada para dokter serta rumah sakit, sesuatu yang kala itu jarang dilakukan distributor lokal.

Andriatno Martono Presiden Direktur PT Revass Utama Medika
Andriatno Martono Presiden Direktur PT Revass Utama Medika

Sebagai lulusan fakultas farmasi Universitas Indonesia yang pernah berkarier selama 18 tahun di perusahaan multinasional seperti Pfizer dan Schering Plough, Andri memahami bahwa keunggulan sebuah bisnis tak hanya terletak pada produk, tetapi pada cara memperlakukan pasar. “Saya membawa kultur perusahaan global ke Revass. Kami tidak melakukan pendekatan transaksional. Kami membangun hubungan melalui edukasi dan scientific approach,” katanya.

Sejak tahun-tahun awal perjalanannya, Revass secara konsisten menyelenggarakan berbagai workshop dan simposium medis, bahkan menghadirkan para ahli jantung internasional untuk berbagi pengetahuan dengan para dokter jantung di Indonesia. Inisiatif berkelanjutan ini tidak hanya memperluas wawasan medis, tetapi juga menumbuhkan ikatan profesional yang kuat serta membangun reputasi Revass sebagai mitra terpercaya di dunia kardiovaskular.

Perjalanan itu tentu tidak selalu berjalan mulus. Pada awal tahun 2010-an, jumlah rumah sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas cathlab masih sangat terbatas, hanya sekitar 60 rumah sakit. Revass saat itu baru mampu melayani sekitar 20 hingga 30 di antaranya. Kini, setelah 15 tahun penuh dedikasi dan kerja keras, Revass berhasil memperluas jangkauan pelayanannya hingga mencakup 95% dari total 341 rumah sakit yang telah memiliki fasilitas layanan jantung intervensi di Indonesia.

“Kami tumbuh bukan karena kami yang paling besar, tapi karena kami yang paling berani membuka wilayah baru. Ketika orang lain belum melihat potensi di Kalimantan, Papua, atau Nusa Tenggara, saya sudah menaruh orang di sana. Investasi terbesar kami adalah investasi kepada orang,” kata Andri.

null

Strategi human capital itu menjadikan Revass berbeda. Dari hanya lima karyawan di 2010, kini perusahaan telah berkembang menjadi hampir 300 karyawan dengan struktur organisasi profesional yang terdiri dari tiga direktur: operasional, penjualan, dan distribusi.

“Dulu saya pegang semua, sekarang saya justru belajar untuk melepas. Revass dulu seperti warung kecil, sekarang sudah jadi supermarket. Supaya tetap berjalan, saya harus percaya bahwa tangan-tangan lain bisa bekerja sebaik saya,” ungkapnya.

Transformasi itu juga menyiapkan Revass menuju babak baru: akuisisi oleh OrbusNeich pada 2023 yang menjadikan korporasi global asal Hong Kong ini pemegang saham mayoritas dengan 84% kepemilikan. Langkah akuisisi tersebut tidak mengguncang internal perusahaan. Sebaliknya, menjadi katalis yang memperkuat sistem tata kelola, membuka akses ke teknologi global, dan memperluas visi bisnis.

“Orbus tidak menaruh orangnya di manajemen. Mereka percaya penuh kepada kami. Dan, alhamdulillah, setelah akuisisi, pertumbuhan kami mencapai 34% year to date,” ucapnya bersyukur.

Kepercayaan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk kolaborasi strategis, yaitu pembangunan pabrik yang akan menjadi hub manufaktur Orbus untuk kawasan Asia Tenggara, serta perluasan lini produk ke bidang onkologi, urologi, dan perawatan intensif.

“Perjalanan 15 tahun ini bukan hanya tentang bisnis, tapi tentang kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan yang menjadi jantung Revass.” - Andriatno Martono Presiden Direktur PT Revass Utama Medika

Tonggak perjalanan Revass tidak berhenti di situ. Di 2024, perusahaan ini melahirkan dua anak usaha, yaitu PT Lumina Utama Medika dan PT Kedung Artha Medika, untuk memperkuat diferensiasi produk dan strategi pemasaran.

“Kami bahkan sengaja membuat mereka bersaing sehat. Dulu, ada produk yang penjualannya tidak terlalu baik, tapi begitu dikasih kompetitor internal, justru jadi perform. Sales itu memang suka kompetisi,” katanya. Kini, kedua anak usaha itu tumbuh berdampingan di bawah satu jaringan distribusi besar yang dipegang Revass.

Jika menengok perjalanan Revass dari 2010 hingga 2025, peta pertumbuhan perusahaan tampak seperti rangkaian etape maraton yang terus bergerak tanpa henti. Dari pencapaian sebagai Regional Best Distributor Asia Pacific oleh OrbusNeich sejak 2016 hingga 2024, disusul penghargaan Best Partner dari Lepu Medical selama tiga tahun berturut-turut pada 2022, 2023, dan 2024, hingga akhirnya meraih Outstanding Performance Award pada 2025 oleh APT Medical, transformasi digital dan sertifikasi ISO berlapis-lapis, khususnya ISO 37001, anti briberry hingga pencapaian 329 rumah sakit mitra di 60 kota besar di Indonesia pada tahun 2025, semuanya menggambarkan sebuah perusahaan yang tumbuh dengan disiplin dan kejelasan arah. “Kami tidak ingin hanya besar, tapi juga berkelas. Karena di industri kesehatan, kualitas dan integritas itu harga mati,” Andri menegaskan.

Puncak selebrasi ulang tahun ke-15 menjadi simbol dari perjalanan panjang itu. Bertajuk “Walk for Healthy Heart”, acara funwalk di TMII bukan sekadar olahraga, melainkan refleksi makna dari perjuangan Revass selama ini bahwa setiap langkah kecil akan bermakna bila diambil bersama.

“Kami ingin seluruh Revassian menyadari bahwa menjaga kesehatan diri sendiri adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai insan yang bergerak di bidang kesehatan. Apa yang kita lakukan untuk diri kita, mencerminkan komitmen kita terhadap pekerjaan dan misi perusahaan,’” kata Andri dalam sambutannya di tengah sorak-sorai peserta.

Kini, setelah 15 tahun, Revass tak lagi sekadar nama dalam daftar distributor alat kesehatan. Perusahaan ini telah menjadi representasi dari mimpi besar anak bangsa untuk berdiri sejajar dengan korporasi global, bahkan menjadi bagian dari rantai pasok dunia. Rencana lima tahun ke depan pun sudah disusun, yaitu memperluas cabang ke 22 kota baru, membangun pabrik berstandar internasional di Cikarang, dan menembus target pendapatan Rp1 triliun.

Namun, bagi Andri, yang terpenting bukan angka atau penghargaan, melainkan warisan nilai. “Kami ingin Revass menjadi perusahaan yang sehat secara bisnis, secara budaya, dan secara hati. Karena, seperti tubuh manusia, perusahaan ini hidup dari detak jantung setiap orang di dalamnya,” katanya.

Dan pagi itu, di bawah langit biru TMII, langkah-langkah ringan para Revassian terus beriringan. Lima belas tahun telah berlalu, dan denyut nadi Revass terus berdetak, menandai sebuah perjalanan yang baru saja memasuki babak yang lebih besar: babak ketika mimpi lokal mulai berpadu dengan visi global, ketika kerja keras berubah menjadi warisan.§

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag