Startup Restoran Virtual Raih Pendanaan Seri A5 Senilai US$10,5 Juta dari Alpha JWC Ventures

Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di industri kuliner, PT Modular Kuliner Indonesia atau Hangry meraih pendanaan senilai US$10,5 juta (Rp173,98 miliar, kurs US$1 = Rp16.570). Pendanaan di Seri A5 ini dipimpin oleh perusahaan modal ventura (VC), Alpha JWC Ventures, pada Rabu (22/10/2025).

Melansir dari keterangan resmi manajemen Hangry yang diterima SWA.co.id, pendanaan yang diperoleh akan digunakan untuk memperluas jaringan operasional startup restoran virtual dengan berbagai merek.

Kemudian, perusahaan akan meningkatkan infrastruktur dan peralatan dapur. Hasilnya, pendanaan ini diharapkan dapat melayani volume pesanan lebih tinggi dengan konsisten dan berpengalaman.

Adapun hingga saat ini, Hangry mengelola 18 merek, dengan 17 merek fokus pada olahan ayam, baik konsep ayam goreng lokal maupun internasional. Merek yang dinaungi adalah Moon Chicken, Ayam Mak Dura, dan Ayam Koplo. Kemudian, satu merek non-ayam, yaitu Dari Pada, fokus pada menu kopi dan minuman.

Dari sisi pengantaran makanan, Hangry memanfaatkan platform pesan antar seperti GoFood, yang dikelola oleh emiten teknologi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Kemudian, GrabFood, yang dikelola oleh startup transportasi tercatat di indeks Nasdaq Amerika Serikat, yaitu Grab Holdings Ltd (GRAB). Terakhir, ShopeeFood, yang dikelola oleh startup tercatat New York Stock Exchange, yaitu Sea Limited (SE).

Pendiri dan CEO Hangry, Abraham Viktor, menjelaskan konsep restoran berbagai merek secara virtual memungkinkan setiap pesanan disajikan dengan efisien tanpa mengorbankan rasa.

“Konsumen Indonesia kini menginginkan dua hal sekaligus: kualitas dan keterjangkauan, itulah celah yang diisi oleh Hangry,” ujar Abraham di keterangan resmi di Jakarta pada hari ini.

Saat ini, Hangry telah memproduksi lebih dari 1.000 porsi per outlet. Sejak membuka gerai pertama pada 19 November 2019, Hangry berkembang menjadi jaringan dapur virtual (cloud kitchen) berskala nasional dengan 18 merek dan 117 gerai di seluruh Indonesia.

Secara regional, Hangry hadir di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera, melalui strategi multi-merek yang terintegrasi. Startup ini juga mempersiapkan ekspansi ke Malaysia, sebagai pasar luar negeri pertama.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag