Tommy Tjiptadjaja Menggenjot Kolaborasi Ekonomi Sirkular
Isu pengelolaan sampah plastik di Indonesia semakin mendesak akibat rendahnya tingkat daur ulang dan meningkatnya volume limbah. Konsep ekonomi sirkular menjadi solusi dengan mendorong pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan kembali, serta peningkatan daur ulang melalui kolaborasi masyarakat, produsen, dan pemerintah. Kini, berbagai lembaga dan individu turut memperkuat gerakan ini lewat inovasi teknologi, kampanye kesadaran publik, dan kemitraan lintas sektor untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Salah satu tokoh yang aktif dalam bidang ini adalah Tommy Tjiptadjaja, Co-Founder dan CEO Greenhope dan Sugianto Tandio, Co-Founder and Chief Innovation Officer Greenhope, mendirikan perusahaan penghasil material Oxium (katalis plastik biodegradable) dan bioplastik ini pada 2016.
Menurut Tommy, penerapan ekonomi sirkular dalam industri plastik membutuhkan perubahan menyeluruh dan keberanian untuk bertindak nyata. “Kalau consumer harus belajar memilah. Terus kalau produsen harus mulai belajar. Misalnya reduce itu berarti mengurangi pemakaian plastik,” ujar Tommy pada keterangannya yang diterima SWA.co.id di Jakarta, Kamis (23/10/2025). Dia menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama antara pelaku usaha dan masyarakat.
Ia meyakini transformasi hanya bisa terjadi melalui kolaborasi lintas sektor dan kepemimpinan yang visioner. Tommy tak hanya mendorong perubahan industri menuju praktik yang lebih berkelanjutan, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi hijau dapat memberi manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
Atas kiprahnya, Tommy menerima berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Top 100 Visionary Leaders versi Real Leaders International Magazine (2018), Flourish Prize for UN SDG Goal no 12: Sustainable Consumption and Production, Sustainable Business Awards Indonesia, serta masuk dalam daftar Tatler’s Most Influential Impact List 2020. Semua pencapaian ini menunjukkan konsistensi dan komitmennya dalam memperjuangkan model bisnis berkelanjutan.
Visi jangka panjang Tommy adalah menghadirkan inovasi berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan nyata, bukan sekadar mengejar relevansi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan hal itu. “Perubahan dari linear ke sirkular adalah suatu isu secara sistem. By definition kita harus bekerja sama secara ekosistem. Gak mungkin ada yang bisa sendirian,” jelasnya.
Selain memimpin Greenhope, Tommy juga aktif di berbagai organisasi internasional dan nasional. Ia menjabat sebagai Vice Chair of Permanent Committee on Circular Economy Development and Policy di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Indonesia Co-Chair Catalyst 2030 (2023-sekarang), serta Board Member di Sampoerna University (2019-sekarang). Ia juga merupakan anggota Young Presidents’ Organization (YPO) (2023-sekarang) dan Unreasonable Fellow (2018-sekarang), sebuah jaringan global bagi para pengusaha yang berupaya memecahkan tantangan sosial terbesar di dunia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.