Saham UNVR Berpotensi Memberikan Return 10-20%
Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada penutupan perdagangan di Jumat kemarin ditutup pada Rp2.530 atau melonjak sebesar 11,95% dari perdagangan sebelumnya. Harga saham ini melejit 37,87% pada tahun berjalan (year to date). Investor mengapresiasi saham Unilever seiring pertumbuhan kinerja keuangan di kuartal ketiga tahun ini. Roy Sember, Professor Distinguished Chair for Finance and Invesment di IPMI Institute, mengatakan restrukturisasi UNVR sejak Maret 2025 dan pertumbuhan laba bersih Unilever itu mendorong kinerja fundamentalnya.
Hal ini menarik minat para investor untuk mengakumulasi beli saham UNVR. Sebelumnya, kinerja UNVR sempat terkontraksi sehingga saham UNVR cenderung menyusut. Roy memprediksi kinerja fundamental UNVR bakal terkerek di 2025 ini jika dibandingkan kinerja tahun lalu. "Perbaikan Unilever yang didukung oleh restrukturisasi, divestasi, pergantian jajaran direksi serta upaya lain yang dilakukan oleh manajemen perusahaan sebagai respons terhadap krisis yang sempat terjadi," ungkap Roy kepada SWA.co.id pada Jumat (24/10/2025).
Mengenai harga saham UNVR, Roy mengatakan kemungkinan besar dapat kembali ke level yang pernah menjadi kejayaan UNVR di periode sebelumnya. Saat ini, harganya telah kembali pada kisaran yang setara dengan periode setahun lalu dan momentum kenaikannya terus berlanjut. "Apabila dipertahankan, investor dapat memperoleh tingkat pengembalian normal dengan rata-rata imbal hasil antara 10% hingga 20% per tahun di masa mendatang," ucap Roy.
UNVR pada kuartal III tahun ini mengantongi laba bersih senilai Rp3,33 triliun, tumbuh 10,81% dari Rp3, riliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba perseroan ditopang oleh penjualan bersih yang mencapai Rp 27,61 triliun, naik 0,70% dari Rp 27,41 triliun.
“Hasil kinerja kuartal III kami menjadi langkah nyata dalam perjalanan pemulihan bisnis. Kami mulai melihat dampak positif dari perubahan struktural dan langkah disiplin yang telah kami ambil selama setahun terakhir,” ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, pada paparan publik virtual pada Kamis (23/10/2025).
Penjualan di Indonesia mendominasi penjualan bersih Unilever pada periode tersebut. Penjualan di pasar domestik mencapai Rp26,78 triliun atau naik 0,56% dari Rp26,63 triliun. Sedangkan, penjualan ekspor mencapai Rp827,38 miliar, naik 5,3% dari Rp785,70 miliar
Benjie mengungkapkan pertumbuhan bisnis di pasar domestik berkat tiga kinerja jangkauan distribusi. Pertama, eksekusi unggul yang mencakup stabilitas harga, menurunkan stok di saluran perdagangan, meningkatkan layanan pelanggan, serta mendorong pengembalian investasi (ROI/return on investment) kepada distributor.
Kedua, transformasi Go to Market. Transformasi ini memperluas jangkauan segmen ritel yang sebesar 18%, meningkatkan tenaga penjualan sebesar 19%, menambah variasi produk hingga 16%, dan mengembangkan Sahabat Warung, platform penjualan digital UNVR.
“Ke depannya kami akan mengembangkan saluran masa depan yang berfokus pada Health & Beauty (HABA) dan e-commerce yang terus bertumbuh secara signifikan,” tutur Benjie ).
Kinerja penjualan di pasar domestik ini terdorong oleh program pemasaran digital (digital marketing). Unilever Indonesia mengkreasikan konten kreatif di media sosial yang menggandeng OG Creators, menyelenggarakan aktivitas sosial hingga melibatkan komunitas agar merekrut penggemar brand. “Belanja iklan dan promosi tetap stabil 8,8% dari total penjualan bersih, menegaskan komitmen UNVR dalam berinvestasi pada ekuitas merek dan keterlibatan konsumen,” sebut Benjie.
Sebelumnya, Benjie menjabarkan 3 strategi untuk mengerek pertumbuhan bisnis perseroan di akhir 2025. Pertama, memaksimalkan potensi merek melalui perbaikan 6P, yakni product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi), prepositions (preposisi), dan pack (pengemasan). UNVR mengandalkan produk Pepsodent, Lifebuoy, dan Royco untuk memaksimalkan potensi bisnis tersebut.
Langkah kedua yakni menjadi pencipta pasar. UNVR akan menjangkau segmen kelas atas dan segmen kelas bawah melalui berbagai portofolionya. Pada segmen kelas atas, mengalami pertumbuhan tinggi 36% pada produk beauty dan wellbeing.
Sementara segmen kelas bawah, UNVR telah meluncurkan berbagai inovasi produk dengan harga terjangkau. Mulai dari Sabun Batang Lifebuoy, Bango magic dengan harga Rp1.000, dan meluncurkan Rinso dengan kemasan baru di harga Rp500.
Terakhir, memperluas cakupan ke konsumen dan peningkatan kapasitas tenaga penjualan hingga memperbaiki pelayanan toko. “Selain itu, kami mengoptimalkan variasi produk untuk memastikan bauran SKU yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Semua upaya ini berkontribusi pada penjualan harian yang lebih kuat dan model distributive trade yang lebih menguntungkan,” pungkas Benjie.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.