Patra Jasa Berikan Pelatihan & Sertifikasi Tingkatkan Kompetensi Pemandu Wisata di Bali
Dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, PT Patra Jasa melalui unit bisnisnya The Patra Bali Resort & Villas menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Lokal Tour Guide, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pertamina (Persero) dan PT Patra Jasa selaku anak perusahaan.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pemandu wisata lokal, yang berperan penting dalam memperkenalkan keindahan alam dan budaya Bali kepada wisatawan mancanegara maupun domestik. General Manager The Patra Bali Resort & Villas Andi Erwanto, menegaskan pengembangan SDM pariwisata menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan wisata di Bali.
“Kami percaya bahwa kualitas pelayanan wisata tidak hanya bergantung pada fasilitas, namun juga pada kualitas sumber daya manusianya. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap para lokal tour guide dapat semakin percaya diri dan profesional dalam menjalankan tugas mereka,” ujar Andi Erwanto, Jumat (24/10/2025).
Selama dua hari pertama, peserta menerima pembekalan dari PT Sugatu Gandiwa Tushanta, mencakup topik komunikasi pariwisata, etika pelayanan, pengenalan budaya lokal, dan wawasan lingkungan berkelanjutan. Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sertifikasi profesi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Parindo, sebagai bentuk pengakuan resmi atas kemampuan dan keahlian peserta.
Pjs. Manager Relation & CSR PT Patra Jasa Mulia Prabowo berharap kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengalaman wisatawan sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku industri dan pemandu lokal.
“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan yang mengunjungi Bali, serta mendorong kolaborasi dengan tour guide lokal,” ujar Mulia.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya yang menilai program tersebut sebagai langkah nyata sektor industri dalam mendukung pembangunan SDM pariwisata yang unggul dan berdaya saing global.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkapnya.(*)