Pertamina Geothermal (PGEO) Gulirkan Transformasi Digital, Dongkrak Efisiensi dan Daya Saing Panas Bumi Nasional
Pemanfaatan teknologi G-Bionic menjadi langkah strategis PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis.
Direktur Operasi Pertamina Geothermal Energy , Ahmad Yani, yang juga menjadi inisiator program ini, menegaskan perseroan berperan strategis dalam mendukung percepatan transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Melalui transformasi digital, PGE berupaya mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat pengembangan energi bersih yang presisi dan berkelanjutan. Inilah yang melatarbelakangi diluncurkannya program G-Bionic,” ujar Ahmad Yani pada keterangannya yang dikutip Rabu (29/10/2025)
Diinisiasi pada tahun 2023, G-Bionic merupakan rangkaian program transformasi digital jangka panjang yang dirancang sebagai pintu gerbang menuju budaya kerja berbasis data sekaligus fondasi pengambilan keputusan berbasis data di seluruh lini operasional PGE.
“Teknologi ini berorientasi pada penciptaan nilai. Melalui inisiatif ini, kita bukan hanya mengubah sistem, tetapi juga membentuk budaya baru dalam cara kita bekerja dan mengambil keputusan. Implementasi G-Bionic merupakan langkah nyata PGE dalam menjalankan 52 inisiatif digital yang mencakup seluruh rantai operasi, mulai dari subsurface, drilling, surface, hingga enterprise,” tambahnya.
Menurut Ahmad, G-Bionic akan menghasilkan berbagai manfaat, meliputi: menekan biaya pemboran hingga 6%, mengoptimalkan waktu kerja hingga 100.000 jam kerja produktif, meningkatkan produksi hingga 6% dari melalui optimasi sumur, peningkatan efisiensi pembangkit, serta penurunan loss production opportunity melalui implementasi machine learning dan digital twin, serta estimasi value creation setara dengan peningkatan net income 5 hingga 7% per tahun.
Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Raden Adjeng Sondaryani, menyatakan apresiasinya atas pengembangan G-Bionic pada gelaran PGE Digital Day 2025 di Jakarta, pada Senin (27/10/2025). Menurutnya, inisiatif ini menandai komitmen Pertamina dalam mempercepat transformasi digital demi mewujudkan masa depan energi hijau Indonesia.
“Melalui inisiatif seperti G-Bionic, PGE menunjukkan langkah konkret dalam membangun budaya kerja berbasis data yang adaptif, aman, dan berkelanjutan sebagai pijakan menuju aspirasi menjadi perusahaan energi bersih kelas dunia,” kata Raden Adjeng Sondaryani.
Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi. Ia mengatakan transformasi digital terintegrasi menjadi kunci PGE dalam mewujudkan target 1,8 gigawatt (GW) pada 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW.
“Melalui G-Bionic, kami mempercepat transformasi digital secara end-to-end, mulai dari eksplorasi, pengembangan, hingga operasi. Langkah ini kami tempuh guna mendorong efisiensi, sekaligus meningkatkan keberhasilan pengeboran. Kami menjadikan inovasi ini sebagai game changer menuju visi besar PGE sebagai pemimpin energi panas bumi kelas dunia,” jelas Juli. (*)