Bahtera Bumi Raya (PGJO) Putar Haluan: Dari Travel ke Logistik dan Tambang
Emiten teknologi PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) mendirikan anak usaha baru bernama PT Panca Pertiwi Tambang yang berkedudukan di Jakarta, dengan modal dasar Rp100 juta. PGJO belum merinci dampak pembentukan entitas baru tersebut.
Direktur PGJO, Willius Wijaya, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/10/2025) menyampaikan bahwa pendirian anak usaha telah dicatatkan melalui Akta Pendirian No. 203 tertanggal 27 Oktober 2025 di hadapan Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn. Akta pendirian PT Panca Pertiwi Tambang juga telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM melalui Surat Keputusan No. AHU-0092709.AH.01.01 Tahun 2025 pada 28 Oktober 2025.
PGJO — yang sebelumnya bergerak sebagai penyedia jasa digital travel marketplace — menyebut pembentukan anak usaha ini tidak termasuk transaksi material, mengacu pada POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sebelumnya, pada 22 Oktober 2025, PGJO mengumumkan pengendali baru yakni PT Batu Investasi Indonesia yang bergerak di aktivitas perusahaan holding. Seiring perubahan pengendali, kegiatan usaha PGJO beralih dari travel marketplace menjadi perusahaan induk yang berinvestasi pada bisnis logistik.
“Saat ini, rencana investasi tersebut masih dalam tahap perencanaan,” tulis direksi dalam keterbukaan informasi BEI (22/10/2025).
PGJO menegaskan tidak berencana delisting dari BEI, mengubah status menjadi perusahaan tertutup, melakukan likuidasi, maupun mengubah kebijakan dividen. Pengendali baru akan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Periode penawaran tender wajib berlangsung 23 Oktober–21 November 2025. Mekanisme pembelian saham oleh PT Batu Investasi Indonesia dilakukan melalui transaksi crossing di BEI. Setelah penawaran tender wajib selesai, kepemilikan saham atas PGJO dapat mencapai sebanyak-banyaknya 795.859.095 saham atau 100% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Sebelumnya, PT Batu Investasi Indonesia mengakuisisi 493.088.500 saham PGJO atau 61,96% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan PT BCA Sekuritas sebagai perusahaan efek yang ditunjuk. Adapun PT Batu Investasi Indonesia awalnya berdiri dengan nama PT Zhengyu Global Trading (akta 15 November 2024) dan berganti nama pada 28 April 2025.
Hingga pukul 10.35 WIB, saham PGJO bergerak di Rp1.135, naik 4,61% dari Rp1.085. Kapitalisasi pasar tercatat Rp903,3 miliar, dengan volume transaksi 1,17 juta saham (data IDX Mobile). (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.