Secure Parking Hadirkan eNOS, Teknologi Parkir Tanpa Tiket, Tanpa Kartu, Tanpa Tap Pionir Parkir Digital Indonesia

null
Rustam Rachmat, Managing Director Secure Parking (tengah), Secure Parking merayakan HUT ke-33 tahun sekaligus peresmian Secure Park di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Darandono/SWA).

PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking) mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain besar bisnis perparkiran di Indonesia. Hal ini tercermin dari jumlah lahan yang dikelola saat ini mencapai 1.500 titik parkir yang dikelola.

Layanannya meliputi pengelolaan parkir di mal, perkantoran, hotel, rumah sakit, apartemen, ruko, universitas, dan kawasan mixed-use yang tersebar di seluruh Indonesia, dimana wilayah Jabodetabek dan kota-kota provinsi memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi Secure Parking.

Menurut Rustam Rachmat, Managing Director Secure Parking, tahun ini jumlah lahan yang dikelola meningkat sekitar 10%. “Hingga, akhir tahun lalu Secure Parking mengelola sekitar 1.300-an titik parkir.

“Tahun 2026 ditargetkan akan menambah sekitar 10% atau sekitar 150 titik parkir diseluruh Indonesia. Lokasinya, masih belum ditentukan tapi bisa jadi di Ujung Pandang, Makassar dan Ibukota Provinsi lainnya,” kata Rustam menjawab pertanyaan SWA.co.id.

Bila sebelumnya Secure Parking berfokus pada pengelolaan lahan milik klien, tahun ini melakukan gebrakan merayakan HUT ke-33 tahun dengan melakukan investasi menandai langkah baru perusahaan dari pengelola menjadi pemilik sekaligus operator aset parkir mandiri.

Hal ini diwujudkan dengan peresmian Secure Park di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Kabupaten Tangerang, Banten. Diakui Rustam mainan baru ini berdiri di atas lahan seluas 2,1 hektar milik Secure Parking, dirancang lebih dari sekadar sumber pendapatan baru, tapi Secure Park mengedepankan konsep ramah lingkungan (go green), efisiensi energi, area hijau, dan sistem digitalisasi penuh untuk menjamin efisiensi dan transparansi dalam setiap transaksi.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah baru dalam industri parkir nasional, sekaligus memperkuat posisi Secure Parking sebagai pelopor dalam inovasi dan transformasi bisnis berkelanjutan menuju ekosistem mobilitas yang lebih cerdas, transparan, dan berintegritas.

Selain itu, keberadaan Secure Park menandai babak baru bagi perusahaan, karena untuk pertama kalinya Secure Parking bukan hanya bertindak sebagai pengelola, tetapi juga sebagai pemilik sekaligus operator penuh lahan parkir profesional.

Rustam menuturkan bersamaan dengan peluncuran Secure Park, Secure Parking juga memperkenalkan eNOS (Epsilon No Scan No Tap), sistem parkir digital tanpa tiket, tanpa kartu, dan tanpa tap.

Selain menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih praktis, eNOS menjadi tonggak penting dalam penerapan prinsip efisiensi, integritas dan transparansi operasional di seluruh jaringan Secure Parking.

Melalui eNOS, pengguna dapat masuk dan keluar area parkir tanpa membuka kaca atau mengambil karcis. Sistem ini menggunakan License Plate Recognition (LPR) untuk mengenali kendaraan secara otomatis, mencatat waktu parkir, dan memproses pembayaran langsung melalui aplikasi smartphone.

eNos terintegrasi dalam ekosistem Epsilon Parking System (EPS)—sistem parkir pintar berbasis cloud dengan kontrol pusat secara real-time—memastikan keamanan transaksi, akurasi data, dan efisiensi operasional.

Teknologi ini memperkuat posisi Secure Parking sebagai pionir dalam penerapan sistem parkir yang akuntabel, transparan, dan tepercaya di Indonesia.

“Selama lebih dari tiga dekade, kami belajar bahwa kepercayaan publik tidak dibangun hanya oleh sistem, tetapi oleh cara manusia menjalankan sistem itu,” ujar Rustam.

“Melalui Epsilon dan eNOS, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi sejati hadir ketika teknologi membuat hidup menjadi lebih mudah, tanpa kehilangan sentuhan integritas di baliknya.

Investasi pada Secure Park dan eNos menegaskan komitmen Secure Parking untuk melanjutkan warisan profesionalisme dan integritas yang telah dibangun sejak perusahaan berdiri pada 1992.

Melalui Secure Park dan eNOS, Secure Parking tidak hanya berinovasi dalam layanan parkir yang efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi industri parkir modern di Indonesia.

Selain meningkatkan kenyamanan pengguna, inisiatif ini juga memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan parkir modern yang berorientasi pada pelanggan, berintegritas, dan berkelanjutan.

Saat ini, sistem parkir pintar baru tersedia di PIK Avenue, Plaza Indonesia, dan Secure Park di kawasan PIK 2. Untuk memperluas penerapan teknologi parkir pintar tanpa tiket, kartu, dan tap akan dilakukan secara bertahap.

Rustam memperkirakan untuk menyeragamkan penggunaan teknologi eNOS di 1.500 lokasi membutuhkan waktu sekitar 5 tahun, mengingat investasi yang dibutuhkan tidak sedikit. “Tahun 2026 ditargetkan 100 lokasi, investasi untuk satu pintu In dan Out(pintu masuk dan keluar kendaraan) dibutuhkan dana sekitar Rp 200 juta,” tutup Rustam. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag