Rugi Electronic City (ECII) Bengkak Rp48,66 Miliar di Kuartal III/2025, Imbas Daya Beli Melemah

Rugi Electronic City (ECII) Bengkak Rp48,66 Miliar di Kuartal III/2025, Imbas Daya Beli Melemah
Ilustrasi toko Electronic City atau PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII). Foto dari situs Artha Graha Network

PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) atau Electronic City pada kuartal ketiga tahun ini membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (rugi bersih) senilai Rp48,66 miliar. Raihan ini membengkak sebesar 218% dari rugi senilai Rp15,3 miliar pada kuartal III/2024. Oh ya, rugi bersih ECII yang membengkak per September tahun ini membuat rugi per saham dasar naik menjadi Rp40 dari sebelumnya Rp13 per saham dasar.

Melansir dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (31/10/2025), pendapatan bersih ECII turun sebesar 5,02%, menjadi Rp1,66 triliun dari Rp1,75 triliun pada periode tersebut. Penurunan pendapatan perseroan ini antara lain disebabkan oleh daya beli masyarakat yang melemah. Sebab, seluruh pendapatan ECII disokong dari lini penjualan barang elektronik bermerek yang menjadi Rp1,55 triliun atau turun 6,62% dari Rp1,66 triliun.

Kemudian, lini sewa sebesar Rp64,51 miliar atau turun 8,03% dan komisi penjualan barang konsinyasi menjadi Rp1,74 miliar atau menciut sebesar 37,41% dari Rp2,78 miliar.Adapun pendapatan sewa merupakan sewa operasi atas area untuk memajang barang elektronik dan foodcourt. Sedangkan, komisi penjualan barang konsinyasi berkisar antara 4,5% sampai 10,0% dari nilai penjualan.

Namun, lini pendapatan lain-lain melonjak sebesar 145%, menjadi Rp43,80 miliar dari Rp17,86 miliar. Lini tersebut terdiri atas penjualan perpanjangan garansi, pendapatan pengiriman barang, serta papan reklame dan neon box.ECII berhasil menekan beban pokok penjualan hingga Rp1,39 triliun, menukik sebesar 99,90% dari Rp1,45 triliun.

Perseroan membukukan pembelian dari 10 pemasok terbesar sebesar Rp1,08 triliun (78,43%) pada 30 September 2025. Hal ini lebih tinggi dari Rp1,87 triliun (77,54%) pada 30 September 2024 Adapun pembelian dari pihak yang melebihi 10% dari pendapatan perusahaan adalah pembelian dari PT Samsung Electronics Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia.

ECII membukukan laba kotor sebesar Rp266,11 miliar, lebih rendah dari Rp299,65 miliar secara tahunan Sementara, beban usaha ECII mencapai Rp317,08 miliar. Pos ini meningkat tipis 0,76% dari Rp314,68 miliar.

Beban usaha perseroan meningkat yang di antaranya terpengaruh kenaikan gaji dan tunjangan lainnya yang mencapai Rp107,31 miliar atau naik sebesar 6,33% dari Rp100,92 miliar. Jumlah karyawan di Grup ECII mencapai 1.142 orang, lebih rendah dari 1.192 orang pada 31 Desember 2024.

Aset ECII sebesar Rp1,6 triliun, menyusut 5,18% dari Rp1,68 triliun pada kuartal III di 2024. Sedangkan liabilitas sebesar Rp480,81 miliar, turun 7,47% dari Rp519,64 miliar.Sementara ekuitasnya menurun sebesar 4,16%, menjadi Rp1,11 triliun dari Rp1,16 triliun.

Emiten barang konsumen non-primer ini berada di Rp179, melansir data perdagangan saham ECII dari laman TradingView pada pukul 12.21 WIB. Selama sesi pertama, ECII mencetak volume transaksi sebesar 287.600 saham, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp209,07 miliar. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag