Menkeu Purbaya Optimis Perekonomian di Kuartal IV/2025 Tumbuh 5,5%

null
(kiri-kanan) Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Ketua Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu pada taklimat media hasil rapat KSSK IV tahun 2025 di Jakarta, Senin (3/11/2025). (Foto : M. Ubaidillah/SWA)

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tetap aman pada triwulan III tahun 2025. Penjagaan stabilitas ini sekaligus mendukung upaya pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2025 menegaskan bahwa KSSK akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global dan menyiapkan respons kebijakan yang efektif. KSSK menyepakati penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan antara anggota KSSK dan lembaga lainnya.

Koordinasi untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga sambil mendorong pertumbuhan ekonomi. “Stabilitas sistem keuangan triwulan III tahun 2025 tetap terjaga dan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi, dengan terus mewaspadai berbagai risiko global,” kata Purbaya di Gedung bank Indonesia Jakarta, Senin (3/11/2025)

Meskipun pertumbuhan ekonomi global masih menghadapi tantangan akibat dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan ketidakpastian tetap tinggi, ekspektasi perbaikan ekonomi mulai menguat. Meskipun optimisme perbaikan ekonomi mulai menguat, pertumbuhan ekonomi global masih menghadapi tantangan besar, terutama akibat dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) yang memicu ketidakpastian tinggi.

Lemahnya aktivitas ekonomi AS, yang terlihat dari pasar tenaga kerja yang melemah, mendorong The Fed untuk memangkas suku bunga acuan (fed funds rate) sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025, menjadikannya dalam kisaran 3,75% hingga 4%. Perekonomian di Eropa, Jepang, Tiongkok, dan India juga belum menunjukkan penguatan signifikan, terutama karena konsumsi rumah tangga yang masih lemah, meski berbagai stimulus telah diluncurkan.

International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menjadi 3,2% (dari sebelumnya 3%). Hal ini didorong oleh kondisi keuangan yang lebih longgar, kesepakatan dagang AS, dan penurunan inflasi, meskipun angka ini masih di bawah realisasi 2024 (3,3%).

Menkeu meyakini momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat dan diperkirakan akan mencapai target pemerintah untuk tahun 2025. Pada triwulan III/2025, konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi penopang utama, didukung oleh kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang terkoordinasi.

Pemerintah memperkuat belanja APBN untuk mendukung konsumsi dan produksi melalui percepatan program strategis, serta stimulus dan insentif bagi sektor prioritas. Dengan berbagai kebijakan,

Berkat perkembangan positif dan koordinasi kebijakan, ia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai lebih dari 5,5% YoY di triwulan IV/2025. Proyeksi pertumbuhan sepanjang tahun 2025 (full year) adalah 5,2%.

“Perkembangan positif aktivitas ekonomi dan koordinasi kebijakan memperkuat optimisme ekonomi Indonesia akan tumbuh di atas 5,5% year on year pada triwulan keempat 2025. Secara full year, tahun 2025 diproyeksi pertumbuhannya akan mencapai 5,2%,” kata Menkeu.(*)

# Tag