MSCI November 2025: BREN & BRMS Masuk, ICBP–KLBF Terdepak, Pasar Bersiap Rebalancing
Lembaga penyedia indeks Morgan Stanley Capital International Inc. (MSCI) resmi mengumumkan emiten konstituen Indonesia yang masuk dalam MSCI Emerging Markets Index periode November 2025 di London, Inggris, pada 5 November 2025 waktu setempat.
Salah satu penambahan terbesar berasal dari Indonesia, yakni Barito Renewables Energy Tbk (BREN), disusul oleh emiten asal Cina, Zijin Gold International (HKEX: 2259.HK) dan GF Securities Co H (1776.HK).
“Tiga penambahan terbesar ke dalam MSCI Emerging Markets Index berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan secara keseluruhan meliputi Barito Renewables Energy (Indonesia), Zijin Gold International (Cina), dan GF Securities Co H (Cina),” jelas manajemen MSCI dalam keterangan di laman resminya yang dikutip pada Kamis (6/11/2025).
Lebih rinci, MSCI merinci emiten konstituen Indonesia yang masuk ke daftar MSCI Emerging Markets Index, yaitu BREN dan Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Sementara itu, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan Kalbe Farma Tbk (KLBF) terdepak dari daftar tersebut.
Adapun emiten konstituen Indonesia yang masuk daftar MSCI Global Small Cap Index antara lain Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), Energi Mega Persada Tbk (ENRG), Kalbe Farma Tbk (KLBF), MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Sementara itu, tiga emiten yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index adalah Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Selamat Sempurna Tbk (SMSM), serta Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).
Sekitar tiga jam lalu, atau sekitar pukul 05.00 WIB, MSCI memperbarui data emiten konstituen Indonesia yang masuk ke daftar MSCI Global Small Cap Index. Sebelumnya, PT Timah Tbk (TINS) sempat tercatat masuk ke dalam indeks tersebut.
Namun, MSCI kemudian mempertimbangkan status TINS yang masuk ke papan pemantauan khusus atau full call auction (FCA) saat proses review berlangsung, sehingga emiten ini akhirnya dikeluarkan dari indeks.
Selain TINS, Hyundai Movex (KRX: 319400) dari Korea Selatan juga masuk dalam papan pemantauan khusus di bursa setempat.
“Sekuritas yang disebutkan di atas tidak akan ditambahkan ke Indeks MSCI sebagai bagian dari Tinjauan Indeks November 2025,” tulis MSCI dalam pengumuman tertulis pagi ini.
Seluruh perubahan ini akan diterapkan pada penutupan perdagangan 24 November 2025 dan efektif berlaku pada 25 November 2025.
“[Rebalancing] Hal ini berpotensi memicu arus modal masuk/keluar dan rotasi portofolio di beberapa saham big caps atau sektor tertentu,” jelas Head of Research dan Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto dalam riset pagi ini.
Rully menganalisis, penyesuaian emiten di indeks MSCI selalu menjadi perhatian investor institusional global. Sebab, komposisi baru indeks akan mendorong alokasi dana masuk atau keluar, seiring perubahan konstituennya. (*)