Dari Kompetisi ke Kolaborasi: Strategi Linknet Memperluas Broadband dan Memeratakan Akses Internet di Daerah
Hari kedua National Technology Summit 2025 (6/11/2025) menjadi semacam “epilog” dari rangkaian diskusi teknologi yang intens sejak hari pertama. Bukan lagi soal presentasi produk atau jargon digital semata, melainkan merumuskan bagaimana ekosistem konektivitas di Indonesia bisa tumbuh lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Di ajang yang digelar Linknet bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini, isu konektivitas rumah (home broadband) mengemuka sebagai salah satu kunci percepatan transformasi digital nasional. Di tengah tingginya adopsi layanan digital, dari streaming hingga kerja jarak jauh, jaringan internet yang stabil dan berkapasitas besar menjadi kebutuhan dasar baru bagi masyarakat.
Erick Satya Arianto, Chief Technology and Network Officer Linknet, hadir bukan sekadar membawa paparan teknis. Ia menegaskan arah besar yang ingin ditempuh perusahaannya: membangun ekosistem konektivitas nasional berbasis kolaborasi, bukan sekadar berebut pasar.
Melalui forum ini, Linknet menyoroti fakta bahwa jaringan internet rumah di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan besar, terutama di luar wilayah urban dan Pulau Jawa, yang selama ini menjadi pusat pembangunan infrastruktur digital.
Diakui Erick, lanskap internet Indonesia saat ini masih didominasi akses mobile. Mayoritas masyarakat mengandalkan jaringan seluler untuk kebutuhan sehari-hari, sementara kebutuhan koneksi berbasis fiber terus meningkat seiring kian kompleksnya layanan digital yang digunakan; dari gim daring, video konferensi, hingga layanan berbasis cloud yang membutuhkan stabilitas dan kapasitas lebih tinggi.
Melihat dinamika tersebut, Linknet memilih memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur yang bisa dimanfaatkan para penyelenggara layanan internet (ISP) di berbagai daerah. Modelnya jelas: Linknet fokus pada pembangunan dan pengelolaan jaringan, sementara ISP menangani produk, layanan pelanggan, dan penetrasi pasar sesuai karakter wilayah masing-masing.
Di sinilah kolaborasi menemukan bentuk konkretnya. “Setiap ISP punya kekuatan lokal dan pemahaman pasar yang berbeda. Peran kami adalah menyediakan jaringan yang andal dan dapat diakses bersama melalui skema open access. Dengan begitu, perluasan broadband bisa lebih cepat dan lebih merata,” ujar Erick.
Di balik layar, Linknet juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan jaringannya. AI dimanfaatkan untuk perencanaan area jaringan, pemantauan infrastruktur, hingga peningkatan customer experience.
Namun, untuk saat ini, penerapannya masih difokuskan pada efisiensi operasional internal: bagaimana jaringan bisa lebih tangguh, respons lebih cepat, dan gangguan bisa diantisipasi sebelum dirasakan pelanggan.
Erick tidak menutup mata terhadap tantangan besar yang membayangi ambisi konektivitas nasional: geografi Indonesia yang kompleks. Dengan sekitar 70 persen wilayah berupa lautan dan banyak daerah yang sulit dijangkau, membangun konektivitas rumah ke rumah bukanlah proyek yang bisa ditanggung satu pemain saja. Butuh sinergi, berbagi peran, dan berbagi investasi.
Karena itu, di panggung penutupan National Technology Summit 2025, Erick menegaskan kembali pilihan strategis Linknet. “Karena itu kami memilih model kolaborasi, bukan kompetisi,” tutup Erick.
Pernyataan itu menjadi penanda bahwa masa depan ekosistem digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecepatan teknologi, tetapi juga oleh kesediaan para pelakunya untuk berjalan bersama. National Technology Summit 2025 pun berakhir dengan satu pesan utama: konektivitas yang inklusif dan berkelanjutan hanya mungkin terwujud jika infrastruktur dibangun sebagai ruang kolaborasi, bukan sekadar arena pertarungan. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.