BRI Life: Menjaga Irama Tata Kelola dan Komunikasi
Dalam lanskap industri asuransi yang semakin kompleks, peran Corporate Secretary (Corsec) tidak sekadar menjalankan urusan administratif. Di BRI Life, fungsi ini menjadi salah satu motor penggerak tata kelola, komunikasi korporasi, dan hubungan strategis dengan para pemangku kepentingan.
Peran Sentral
Kedudukan Divisi Corsec di BRI Life berada di bawah supervisi dan monitoring Direktur Utama. Di sini, Divisi Corsec memainkan peran sentral dalam memastikan setiap kebijakan, komunikasi, dan kegiatan korporasi berjalan selaras dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sekaligus mendukung strategi bisnis perusahaan.
Divisi Corsec BRI Life menaungi tiga departemen dengan peran yang saling melengkapi, yaitu: Corporate Communication Department, Stakeholder Management Department, dan Executive Board Department. Ketiga departemen memiliki tugas yang jelas dan berbeda-beda.
Departemen Corporate Communication bertanggung jawab atas komunikasi internal-eksternal, hubungan media, pengelolaan media sosial dan situs web, event korporat dan sponsorship, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dan literasi keuangan. Departemen ini bisa dikatakan menjadi jembatan utama antara perusahaan dan karyawan ataupun publik.
Melalui kanal WA Blast setiap Senin, misalnya, berbagai informasi terkini —mulai dari aktivitas direksi, penghargaan, hingga informasi produk— dibagikannya kepada seluruh insan BRI Life. Kanal ini terbukti efektif memperkuat komunikasi internal di semua level organisasi.
Di sisi eksternal, publikasi di media massa juga menjadi prioritas. Sepanjang 2024, tercatat sekitar 40 publikasi dan talkshow di berbagai platform.
Selain itu, kegiatan media engagement pun rutin dilakukan, tidak hanya dalam bentuk konferensi pers, tapi juga aktivitas informal seperti olahraga bersama media, yang mempererat hubungan personal.
Website korporat juga dikelola secara aktif dengan pembaruan konten dua kali seminggu serta evaluasi SEO bulanan untuk memastikan visibilitas BRI Life tetap optimal di ruang digital.
Departemen berikutnya, Stakeholder Management, bertugas mengelola aspek governance, hubungan dengan pemangku kepentingan, penyelenggaraan rapat direksi dan RUPS, serta urusan administratif dan keprotokoleran. Departemen ini menjadi tulang punggung dalam menjaga integritas tata kelola.
Tiap tahun, departemen ini me-review kebijakan internal agar selaras dengan peraturan OJK dan regulator lainnya. Fungsi ini dijalankan bersama Divisi Legal dan Kepatuhan melalui mekanisme monitoring rutin.
Pelaksanaan RUPS, rapat direksi, dan kepatuhan administratif pun dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Fungsi keprotokoleran dan layanan untuk direksi, komisaris, serta tamu VIP pun dikelola dengan standar profesional tinggi.
Terakhir, Executive Board Department berfokus pada koordinasi kegiatan strategis di tingkat dewan direksi dan komisaris. Departemen ini menjalankan fungsi sebagai license officer yang menjembatani komunikasi dan pemenuhan data kepada stakeholders. Fungsi departemen ini juga mencakup peran sekretaris dalam memfasilitasi komunikasi, termasuk penyusunan itinerary untuk BOD dan VIP, baik antar-BOD maupun BOD-1.
Implementasi CSR
Di luar itu, peran Corsec juga mencakup implementasi tanggung jawab sosial perusahaan. Peran ini dijalankan melalui Departemen Corporate Communication. Tahun 2024, BRI Life melaksanakan 22 kegiatan CSR dan literasi keuangan, termasuk program besar Berbagi Bahagia di 18 titik bersama BRI Group.
Seluruh kegiatan ini dirancang sejalan dengan blueprint ESG (Environment, Social, Governance) perusahaan, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Khusus untuk masyarakat mikro dan ultramikro, pendekatan komunikasi dilakukan secara nondigital —melalui kerjasama dengan PNM dan UMKM binaan BRI.
Strateginya menitikberatkan pada edukasi langsung, termasuk melatih agen BRILink sebagai duta literasi keuangan yang mampu menjelaskan produk asuransi secara sederhana kepada masyarakat desa.
Sebagai anak usaha Bank BRI, BRI Life berada dalam posisi yang strategis tapi juga menantang. Dalam arti, keputusan dalam bisnis harus selaras dengan arahan induk, tetapi tetap independen.
Dijelaskan Ade saat menjawab pertanyaan Dewan Juri Corporate Secretary SWA 2025, hubungan dengan pemegang saham pada dasarnya terbatas pada persetujuan business plan atau corporate action. Namun, dalam praktiknya tentu ada arahan dan koordinasi yang perlu dijaga agar tetap sesuai dengan prinsip governance.
Untuk itu, BRI Life membentuk sejumlah komite permanen: mulai dari Komite Tata Kelola, Komite Manajemen Risiko, Komite Produk, hingga Komite Investasi. “Setiap keputusan strategis akan dibahas di forum tersebut sebelum diputuskan oleh direksi. Mekanisme ini menjadi kunci untuk menjaga independensi sekaligus memastikan setiap kebijakan tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik,” papar Ade. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.