Jobstreet by SEEK: Kenali Tanda Penipuan Lowongan Kerja!
(Foto: Jobstreet by SEEK)Laporan PBB memperkirakan setidaknya 120 ribu orang di Myanmar dan sekitar 100 ribu orang di Kamboja dipaksa menjalankan operasi scam online, menggambarkan krisis lintas-batas yang masif dan terorganisir. Data terbaru INTERPOL juga menunjukkan korban telah diperdagangkan dari 66 negara, dengan 74% dibawa ke pusat-pusat scam di Asia Tenggara.
Di Indonesia, laporan TIP 2024 mencatat 3.239 WNI teridentifikasi dalam operasi scam online di Asia Tenggara dan 1.132 diidentifikasi sebagai korban perdagangan orang. Sawitri, Head of Country Marketing Indonesia, Jobstreet by SEEK mengungkapkan salah satu modus menjerat korban adalah penipuan lowongan kerja.
"Karena itu, SEEK menempatkan keamanan dan integritas platform sebagai prioritas—dengan deteksi dini menggunakan AI, dan proses verifikasi secara berjenjang oleh tim khsusu dari 4 departemen, serta edukasi bagi pencari kerja,” ucapnya dalam siaran pers, Kamis (7/11/2025).
Modus penipuan detailnya yakni tawaran kerja paruh waktu yang mudah via WhatsApp atau Telegram. Lalu diawali transfer komisi kecil, berlanjut skema deposit atau op-up dan akhirnya dana tidak dikembalikan.
Adapula permintaan biaya administrasi/pelatihan/peralatan kerja di awal proses rekrutmen. Ini mengindikasikan klasik lowongan palsu yang diimbau untuk dihindari oleh otoritas ketenagakerjaan.
Melalui Gerakan #NextMillionJobs yang diinisiasi pada 2024, Jobstreet by SEEK mendorong perusahaan beralih ke perekrutan terstruktur di platform pencarian kerja resmi. "Tujuannya untuk melawan job scam sekaligus memperluas kesempatan kerja yang aman, termasuk menyediakan opsi memasang iklan lowongan tanpa biaya,” pungkas Sawitri. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.