Investasi US$6 Juta: Standard Chartered Foundation Ingin Kaum Muda Jadi Motor Ekonomi ASEAN
Dalam momentum perayaan 60 tahun Hari Nasional Singapura (SG60), Standard Chartered Foundation mengumumkan komitmen investasi senilai US$6 juta untuk serangkaian program yang ditujukan membuka akses kerja dan memperkuat peluang ekonomi bagi generasi muda di Singapura dan kawasan ASEAN.
Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara networking yang dihadiri Menteri Pembangunan Nasional sekaligus Wakil Ketua Otoritas Moneter Singapura, Chee Hong Tat, jajaran pimpinan Standard Chartered termasuk Maria Ramos (Group Chair), serta Patrick Lee, CEO Singapore and ASEAN, Standard Chartered. Investasi ini menjadi kelanjutan komitmen panjang bank tersebut untuk memperluas akses ekonomi bagi kaum muda, khususnya perempuan, di negara-negara tempat Standard Chartered beroperasi.
Sebagian besar dana akan diarahkan untuk mengembangkan program bertema ekonomi biru di ASEAN. Fokusnya bukan hanya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan maritim, tetapi juga mengangkat taraf hidup masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.
Di Indonesia, misalnya, lebih dari 187 juta penduduk tinggal di wilayah pesisir, dengan jutaan keluarga yang menggantungkan penghasilan pada laut. Nelayan kecil dan pembudidaya rumput laut berperan sebagai motor penggerak ekonomi biru, namun masih menghadapi pendapatan yang rendah, rentan terhadap fluktuasi harga global, dan minim akses pembiayaan maupun teknologi.
Industri rumput laut disebut sebagai salah satu sektor strategis yang mampu memberi dampak positif luas: mendorong pertumbuhan ekonomi, menyokong agenda iklim dan keberlanjutan global, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi kaum muda.
Untuk memperkuat potensi tersebut, Standard Chartered Indonesia baru-baru ini menandatangani Nota Kesepahaman dengan APINDO, Conservation International, dan Konservasi Indonesia. Kolaborasi ini diarahkan untuk memajukan budidaya dan pengolahan rumput laut berkelanjutan, memperkuat ekonomi biru, dan membangun ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga kesenjangan antara potensi besar Indonesia dan realitas pasar saat ini dapat dipersempit.
Secara global, tantangan pengangguran muda masih besar. Sekitar 282 juta anak muda di dunia tercatat tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan formal (NEET). Dari angka tersebut, 19 juta berada di kawasan ASEAN, dengan perempuan muda 1,5 kali lebih berisiko menganggur dibanding laki-laki.
Sejak 2019, Standard Chartered Foundation telah berkontribusi terhadap penciptaan lebih dari 100.000 peluang kerja bagi kaum muda di berbagai negara. Pada fase awal inisiatif ekonomi biru ASEAN ini, fondasi tersebut akan memetakan potensi pekerjaan dan peluang yang belum tergarap sebagai dasar perancangan program yang lebih terarah dan berdampak.
Selain fokus pada ekonomi biru di kawasan, investasi US$6 juta tersebut juga dialokasikan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan muda di Singapura. Standard Chartered Foundation menggandeng Community Chest — lembaga filantropi di bawah National Council of Social Service — serta Daughters of Tomorrow (DOT) untuk meluncurkan program “Youth Employment for Success” (Y.E.S.).
Program ini menyasar perempuan muda berusia 18–35 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah, dan akan berjalan hingga 2028. Melalui pelatihan yang dirancang komprehensif, peserta dibantu untuk meningkatkan kesiapan kerja, kepercayaan diri, sekaligus kesejahteraan mereka agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Patrick Lee, CEO, Singapore and ASEAN, Standard Chartered, menegaskan bahwa posisi bank tersebut di kawasan memberi keunggulan tersendiri dalam mendorong inisiatif sosial dan keberlanjutan lintas negara.
Menurutnya, sebagai institusi internasional yang hadir di sebagian besar negara di ASEAN, Standard Chartered memiliki posisi yang unik untuk menjadi penggerak filantropi dan keberlanjutan. Program ekonomi biru ASEAN yang didanai oleh Standard Chartered Foundation, bersama mitra industri mereka, memiliki potensi ekonomi yang besar untuk menciptakan lapangan kerja nyata yang dapat meningkatkan peluang kerja bagi generasi muda di kawasan ini.
"Kemitraan kami dengan DOT menegaskan kembali komitmen Standard Chartered dalam perayaan SG60, sejalan dengan upaya kami untuk terus memberikan dampak positif bagi Masyarakat, bersama para karyawan kami di Singapura," ujarnya.
Melalui kombinasi program ekonomi biru di ASEAN dan pemberdayaan perempuan muda di Singapura, Standard Chartered Foundation ingin menunjukkan bahwa filantropi dapat berperan langsung dalam menciptakan peluang ekonomi baru. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mendorong kemandirian generasi muda, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi kawasan dalam jangka panjang. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.