Bali Ocean Days 2026: Bali Memimpin Gerakan Laut Regeneratif
Bali kembali menjadi pusat perhatian dunia dengan digelarnya Bali Ocean Days (BOD) 2026 pada 30–31 Januari 2026 di InterContinental Bali Resort, Jimbaran. Memasuki edisi ketiganya, ajang ini mempertegas posisi Indonesia sebagai motor penggerak solusi global untuk kesehatan laut, ketahanan iklim, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Mengusung tema “Navigating Solutions for a Regenerative Ocean Future”, BOD 2026 dirancang sebagai forum aksi yang mempertemukan pejabat pemerintah, ilmuwan, wirausaha sosial, lembaga keuangan, dan komunitas pesisir guna menerjemahkan komitmen menjadi langkah nyata.
Diselenggarakan oleh Yayasan Laut Langit Biru (Sky Blue Sea Foundation) bersama kementerian, korporasi, NGO, dan akademisi, BOD menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pencapaian SDG 14: Life Below Water.
“Bali Ocean Days kini bukan sekadar konferensi, tetapi forum tahunan yang menegaskan komitmen terhadap aksi nyata bagi laut dan melaporkan kemajuan yang telah dicapai sejak edisi sebelumnya,” ujar Yoke Darmawan, Ketua Dewan Pengurus SBS Foundation, dalam konferensi pers di Ubud, Selasa (11/11/2025).
Sementara itu, Paul Tanjung Tan, Ketua Dewan Pembina SBS Foundation, menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan menjadikan solusi untuk laut lebih dari sekadar wacana. “Bali Ocean Days bukan sekadar konferensi. Ini adalah gerakan akuntabilitas dan inovasi agar solusi untuk laut benar-benar terwujud, bukan sekadar janji.”
Adapun Pascal Philippe, Sekretaris Jenderal SBS Foundation dan Direktur Program BOD, menambahkan bahwa edisi 2026 akan diwarnai partisipasi internasional yang lebih luas dan format business matchmaking untuk menjembatani inovator dan investor.
Agenda BOD 2026, menurut Pascal Philippe, akan menyoroti enam tema utama:
-
Kebijakan Konservasi Laut: Kepemimpinan negara-negara kepulauan seperti Indonesia, Fiji, dan Seychelles dalam pengelolaan kawasan konservasi laut.
-
Perlindungan Keanekaragaman Hayati: Rehabilitasi terumbu karang, pengurangan penangkapan ikan berlebih, dan mitigasi polusi plastik.
-
Teknologi & Inovasi Laut: Pemanfaatan sistem pemantauan berbasis data, robotik, dan energi terbarukan.
-
Keuangan & Tata Kelola: Penerapan impact finance untuk mempercepat investasi ekonomi biru.
-
Pemberdayaan & Kesetaraan: Penguatan peran perempuan dan generasi muda pesisir dalam pengambilan keputusan.
-
Business Matching: Kolaborasi inovator dan investor dengan dukungan ASEAN dan Bank Dunia.
Menurut Okki Soebagio, Kepala Divisi Kemitraan & Hubungan Investor SBS Foundation, forum ini juga membuka peluang strategis bagi sektor swasta untuk berkontribusi dalam aktivasi keberlanjutan.
Sementara itu, Robert Ian Bonnick, Kepala Divisi Pemasaran & Hubungan Komunitas, menekankan pentingnya partisipasi akar rumput, mulai dari nelayan hingga pelaku ekonomi sirkular.
Sebagai jantung Coral Triangle dan ikon budaya maritim Nusantara, Bali dipilih bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena simbolismenya sebagai penjaga laut. InterContinental Bali Resort menjadi latar yang ideal bagi para pemimpin global untuk merumuskan masa depan laut yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Bali Ocean Days 2026 diharapkan melahirkan langkah konkret menuju ekonomi biru yang regeneratif—dari Bali untuk dunia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.