Riset World Gold Council Menjabarkan Alasan Investor Doyan Beli Emas

Shaokai Fan, Head of Asia Pacific and Global Head of Central Banks World Gold Council pada media briefing di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (12/11/2025). (Foto Arie Liliyah/SWA).

World Gold Council (WGC) pada laporannya bertajuk Gold for The nation: Strengthening the Financial Resillience of Indonesian mengidentifikasi sebanyak 85% investor di Indonesia yang sudah berinvestasi emas mempertimbangkan untuk membeli lagi emas dalam 12 bulan berikutnya dan 14% lainnya menunjukkan minat untuk berinvestasi emas kembali tetapi tidak dalam 12 bulan berikutnya. Hal ini tecermin dari 2 ribu responden dan investor di Indonesia yang diwawancara oleh WGC.

Riset ini menyebutkan sekitar 62% responden investor yang belum pernah berinvestasi emas menyatakan untuk mempertimbangkan berinvestasi emas pada periode mendatang.“Data ini menggambarkan emas masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga nilai aset dan ketahanan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi global,” jelas Shaokai Fan, Head of Asia Pacific and Global Head of Central Banks WGC dalam media briefing di The Gade Tower,Jakarta, Rabu (12/11/2025).

WGC mengungkapkan emas telah menjadi aset dengan kinerja terbaik dalam rupiah Indonesia pada tahun 2024 dan 2025, memberikan return sebesar 32% pada tahun 2024 dan 44% pada tahun berjalan di 2025 (year to date).

Lebih lanjut, Shaokai menjelaskan alasan masyarakat Indonesia memilih emas sebagai investasi itu disebabkan oleh pertimbangan stabilitas finansial. Investor berharap investasi dapat membantu mereka merasa optimistis terhadap masa depan, terlindungi secara finansial, serta yakin telah mengambil keputusan yang tepat dan bijaksana.

"Seperti yang ditunjukkan dalam laporan kami, emas menjadi instrumen andalan untuk menjaga dan mempertahankan kekayaan sambil tetap likuid, sehingga membantu investor mempersiapkan masa depan dengan percaya diri,” lanjutnya.Fakta menarik lainnya dari riset ini adalah kemudahan investor membeli dan menjual emas di Indonesia.

“Kami sudah mempelajari di beberapa negara lain akses untuk membeli dan menjual emas cukup sulit, sedangkan di Indonesia ini adalah hal yang sangat mudah ditemukan hampir di seluurh wilayah ini, hal ini juga menjadi pendorong emas lebih banyak dipilih sebagai alat investasi di Indonesia” jelas Shaokai. Shaokai memproyeksikan Indonesia bisa sejajar dengan China dan India sebagai konsumen utama emas global di masa mendatang.

"Kami memandang Indonesia akan menjadi pemain atau pasar kunci pada pasar emas di masa depan dan mungkin suatu hari bisa setara dengan China dan India sebagai konsumen utama emas," ujarnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag