Strategi DANA Membangun Brand Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya

Lim Wimawan Kusuma, VP of Marketing DANA. (LinkedIn)
Lim Wimawan Kusuma, VP of Marketing DANA. (LinkedIn)

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen, DANA muncul sebagai salah satu dompet digital yang paling agresif membangun kepercayaan publik. Di ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2025, nama DANA kian sering disebut sebagai merek yang tidak hanya kuat secara awareness, tetapi juga konsisten menekankan isu keamanan.

Relevansi dan Trust

Bagi Lim Wimawan Kusuma, VP of Marketing DANA (PT Espay Debit Indonesia Koe), inti pertarungan merek dompet digital hari ini bukan lagi sekadar promosi, tetapi soal relevansi dan trust yang tidak boleh goyah.

“Tantangan terbesar adalah menjaga relevansi dan kepercayaan di tengah tren digital yang berkembang cepat serta perubahan perilaku konsumen yang ikut berubah mengikuti zaman. Selain itu, seiring makin maraknya cyber crime di tengah perkembangan digital saat ini, menjaga kepercayaan konsumen menjadi tantangan tersendiri dan menjadi prioritas utama saat ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Majalah SWA.

Kesadaran akan pentingnya kepercayaan itu diterjemahkan DANA ke dalam strategi merek yang sangat menonjolkan keamanan dan kenyamanan. Tahun ini, tim marketing kembali mengomunikasikan teknologi keamanan yang dimiliki DANA, sekaligus menonjolkan pengalaman bertransaksi yang ringkas, cepat, dan minim friksi.

Di saat banyak merek berlomba mengikuti tren, DANA memilih mengemas pesan-pesannya dengan pendekatan yang lebih humanis: dekat dengan keseharian pengguna, tidak menggurui, namun tetap menancapkan pesan bahwa keamanan adalah fondasi utama.

Segmen utama DANA adalah anak muda — milenial dan Gen Z — yang akrab hidup di layar ponsel. Karena itu, pemilihan kanal komunikasi menjadi krusial. Di Instagram dan TikTok, DANA mengedepankan konten edukatif yang dikemas secara ringan dan rekreatif, mengikuti bahasa dan tren yang sedang hidup di linimasa.

Sementara di YouTube, pesan dikembangkan dalam bentuk video pendek maupun panjang, mulai dari konten interaktif tanya-jawab hingga video eksperimental bersama para influencer bertema wisata.

Ragam format ini diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman bahwa DANA bukan sekadar aplikasi pembayaran, tetapi mitra transaksi digital yang aman dan nyaman.

Secara garis besar, strategi DANA untuk membangun brand sebagai dompet digital pilihan Indonesia bertumpu pada tiga hal utama. Pertama, memposisikan DANA sebagai aplikasi yang aman dan tepercaya untuk bertransaksi. Kedua, mendekati generasi muda lewat kanal dan bahasa yang relevan dengan keseharian mereka. Ketiga, menggabungkan inovasi produk dengan edukasi keuangan yang konsisten, baik melalui kampanye online maupun aktivitas tatap muka.

Dari kombinasi inilah berbagai inisiatif komunikasi dan aktivasi DANA lahir di banyak kota dan kanal, namun tetap terhubung oleh satu benang merah: menumbuhkan dan menjaga kepercayaan pengguna dalam jangka panjang.

Di level kampanye, DANA memadukan strategi above the line (ATL) dan below the line (BTL) untuk menjaga visibilitas merek dari kota besar hingga kota-kota lapis dua dan tiga. Salah satu inisiatif yang mencuri perhatian adalah “Posko Bantuan Keliling”, sebuah layanan mobil yang berkeliling ke 16 kota di seluruh Indonesia.

Di posko ini, masyarakat mendapat edukasi langsung tentang keamanan transaksi digital, mengenali modus penipuan, hingga cara menggunakan aplikasi dengan aman.

DANA memperluas jangkauannya lewat kerja sama dengan film komedi edukatif Agen+62 yang mengangkat tema bahaya judi online, agar pesan serius tentang keamanan bisa diterima publik dengan cara yang lebih ringan.

Pendekatan humanis itu tidak berhenti di kanal offline. Posko Bantuan Keliling juga hadir dalam format daring melalui akun Instagram DANA, sehingga edukasi dan layanan bantuan bisa diakses pengguna di mana pun. Setiap pesan yang diproduksi tim marketing selalu diupayakan interaktif untuk memancing percakapan dan engagement positif.

Posko Bantuan Keliling, layanan mobil keliling yang memberikan edukasi dan bantuan langsung kepada masyarakat terkait keamanan transaksi digital. (Foto: dana.id)
Posko Bantuan Keliling. Layanan mobil keliling yang memberikan edukasi dan bantuan kepada masyarakat terkait keamanan transaksi digital. (Foto: dana.id)

Interaksi Dua Arah

Bagi DANA, multichannel bukan sekadar hadir di banyak platform, tetapi memastikan di setiap kanal terjadi interaksi dua arah yang bermakna, real-time, dan relevan dengan konteks pengguna.

Di sisi lain, DANA terus mengasah pemahaman tentang kebutuhan dan preferensi penggunanya. Riset berkala digelar, baik oleh tim internal maupun pihak ketiga, untuk membaca posisi DANA di benak konsumen, menilai kekuatan dan kelemahan, serta mengidentifikasi peluang inovasi.

Hasil riset inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi kampanye, fitur, dan aktivasi yang lebih tepat sasaran. Pendekatan berbasis data menjadi rujukan utama sebelum DANA meluncurkan program baru atau mengeksekusi kampanye skala nasional.

Upaya memperkuat relasi dengan pengguna juga diwujudkan lewat inovasi produk dan komunitas. Fokus pengembangan DANA saat ini mengarah ke layanan keuangan digital yang lebih luas: mulai dari fitur investasi hingga mikro asuransi.

Seluruh layanan ini dikemas dengan semangat literasi keuangan, antara lain melalui program podcast #NgulikDuit di Instagram dan YouTube yang mengajak masyarakat lebih melek investasi.

Di sisi komunitas, DANA membangun Sobat DANA, wadah yang mempertemukan pengguna setia lintas daerah, membuka ruang feedback terhadap fitur-fitur baru, sekaligus menjadi saluran edukasi keuangan yang berkelanjutan.

Secara internal, tim marketing juga menjaga disiplin dalam pengalokasian anggaran promosi ATL dan BTL. Proporsinya dibuat fleksibel, menyesuaikan momentum dan tujuan tiap kampanye. Orientasi utamanya bukan hanya menjangkau audiens sebanyak mungkin, tetapi memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berdampak pada penguatan brand trust dan konversi bisnis.

Dengan kata lain, keberhasilan kampanye dinilai bukan dari seberapa ramai iklannya, melainkan seberapa besar pengaruhnya terhadap kepercayaan dan perilaku pengguna.

DANA aktif menggarap awareness konsumen. (Foto: ebelanja.id)
DANA aktif menggarap awareness konsumen. (Foto: ebelanja.id)

Hasilnya mulai terlihat. DANA mencatat penguatan basis pengguna di berbagai lapisan masyarakat, terutama di kalangan Gen Z yang menjadi target utama. Dalam riset bersama YouGov, DANA melihat funnel mereknya relatif stabil dengan persepsi keamanan yang terus menguat.

“Dalam riset terakhir kami bersama YouGov, terbukti basis pengguna DANA terus menguat di semua lapisan Indonesia dengan komposisi pengguna yang konsisten khususnya generasi Z. DANA juga menunjukkan stabilitas brand funnel dengan persepsi keamanan yang terus menaik. Ini menegaskan bahwa komitmen kami terhadap keamanan baik lewat inovasi produk maupun strategi pemasaran, berbanding lurus dengan hasil yang dicapai,” kata Lim.

Di tengah persaingan ketat industri dompet digital, DANA tampak memilih jalan yang jelas: menjadikan keamanan dan kenyamanan sebagai jangkar, lalu membungkusnya dengan komunikasi yang humanis, edukatif, dan relevan dengan generasi muda.

Kombinasi antara inovasi produk, kedekatan komunitas, literasi keuangan, dan kampanye multichannel yang terukur menjadi modal utama DANA untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu best brand di Indonesia. (*)

# Tag